Seorang pria bernama Veni Nardianto menjadi sorotan lantaran perjuangannya masuk Akademi Kepolisian. Ia merupakan anak tukang tahu keliling di Jombang, Jawa Timur.
Dia berhasil membuktikan lulus menjadi taruna Akpol. Kisah keteguhan Veni mencuri banyak perhatian dari masyarakat, termasuk salah seorang polwan cantik yang mewawancarainya dalam sebuah podcast.
Bahkan polwan cantik ini juga menitikkan air mata ketika mendengar kisah Veni. Berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
Orangtua Veni Kerap Mendapat Ejekan
Berprofesi sebagai seorang tukang tahu, membuat orangtua Veni banyak dicemooh dan menjadi bahan ejekan. Tetangganya berpikiran remeh temeh soal keberhasilan Veni untuk menjadi seorang anggota kepolisian.
Mereka mempercayai jika orangtua Veni tidak akan mampu membiayai anaknya untuk meraih cita-cita tersebut. Hal ini tentu membuat sang orangtua awalnya merasa sedih.
Kedua orangtua Veni mengungkapkan hal tersebut dalam podcast Youtube Bidhumas Poldajatim bersama seorang polwan cantik Bripka Liana.
"Saya terus diejek tetangga enggak punya uang kok daftar polisi, nanya uang darimana. Karena kehidupan saya enggak mampu, dari dua RT itu saya enggak mampu sendiri, rumahnya juga paling jelek sendiri," ungkap ibunda Veni.
Advertisement
Buat Polwan Cantik Menangis
Pernyataan haru dari ibu dari Veni membuat Bripka Liliani larut dalam cerita kesedihannya. Ia kemudian tak sanggup membendung air mata yang perlahan menetes di pipinya.
Ia mengaku bahwa cerita ibunda Veni mengingatkan pada kisah masa lalunya ketika ayahnya juga bernasib sama. Dirinya juga bahkan mendapatkan cemoohan dari tetangganya.
"Saya melihat bapak dan ibu (Veni) itu saya teringat bapak saya. Saya dulu juga seperti itu buk, tetangga juga mengejek saya," paparnya sembari menangis.
Advertisement
Ungkap Bapaknya Seorang Sopir
Dalam isak tangisnya, Bripka Liliana juga menceritakan bahwa ayahnya dulu merupakan seorang sopir ketika ia akan daftar menjadi polwan. Ejekan dan cemoohan dari tetangga tak ada hentinya mendera Liliana.
"Bapak saya kan sopir, ketika saya daftar Polwan tetangga juga mengejek saya. Cuma saya berpikir begini, saya anaknya seorang sopir justru saya harus fokus pada tujuan saya," paparnya.
Sebagai anak perempuan, ia juga memiliki tujuan mulia. Liliana berharap agar pada nantinya bisa mengangkat derajat orangtuanya.
Advertisement
Berhasil Patahkan Stigma Orang
Akhirnya ia belajar untuk fokus pada tujuannya berkat cemoohan dari tetangganya. Hingga Liliana berhasil mewujudkan cita-citanya menjadi polwan.
Dari situ ia percaya dengan fokus bisa mematahkan stigma masyarakat yang menganggap remeh latar belakang keluarga.
"Dan ternyata yang namanya fokus belajar giat dan berlatih itu bisa mematahkan stigma orang di luar sana. Apa yang diomongkan sama orang itu tidak selamanya benar," ucapnya sembari berusaha menghentikan tangisnya.
Advertisement
Video Viral Lengkap
Tangisan haru seorang Polwan cantik terekam dalam video podcast bersama dengan Veni Nardianto dan kedua orangtuanya.
Berikut adalah video lengkap memperlihatkan momen viralnya.