Setiap makhluk hidup pasti akan bertumbuh dan berkembang biak. Termasuk halnya tumbuhan meski memiliki anatomi dan genetik yang berbeda dengan manusia atau hewan.
Namun bagaimana cara tumbuhan beregenerasi? Apakah tumbuhan melakukan hubungan seks?
Sama halnya dengan hewan, pada tumbuhan jantan akan memproduksi sperma, dan bagian betina berhubungan dengan telur.
Tanaman angiospermae (tanaman berbunga) dan gymnospermae (tanaman dengan “biji telanjang”), pada struktur jantan menghasilkan serbuk sari (yang mengandung sperma), dan struktur betina memiliki satu atau lebih ovarium (yang berisi telur yang dikenal sebagai bakal biji).
Advertisement
Termasuk beberapa tanaman penghasil spora, seperti pakis dan lumut hati, yang memiliki siklus hidupnya lebih rumit, tetap mempunyai bagian jantan dan betina.
Advertisement
Beberapa tanaman memang hanya berkelamin jantan atau betina saja seperti Pepaya, Salak, Ginkgo, kiwi, ganja, dan willow yang hanya menghasilkan serbuk sari atau biji saja.
Istilah tersebut dikenal sebagai dioecious, atau tanaman rumah dua dan strategi berkembang biak mereka dengan persilangan genetik.
Namun banyak pohon deoecious yang ditanam di jalanan sengaja ditanam pohon jantan.
Advertisement
Hal ini akan menjadi sebuah kegagalan dalam perencanaan kota, karena alergi serbuk sari semakin memburuk di beberapa tempat, akibat tingginya kepadatan pohon jantan yang dengan senang hati menghasilkan serbuk sari.
Advertisement
Pada dasarnya tumbuhan tidak berhubungan seks seperti manusia atau binatang pada umumnya. Sebagian besar tumbuhan adalah berumah satu, artinya individu memiliki struktur betina dan jantan.
Pada tumbuhan berbunga, struktur-struktur ini dapat disatukan dalam satu bunga biseksual, atau bunganya hanya dapat jantan (staminate) atau hanya betina (pistillate).
Beberapa bunga seperti mawar, lili, dan tulip, bersifat biseksual, dan putik betina secara khas dikelilingi oleh benang sari jantan.
Advertisement
Tanaman berumah satu lain semacam labu, jagung, dan pohon birch, memiliki bunga berkelamin tunggal. Artinya, ada bunga yang jantan dan ada pula yang betina, namun kedua jenis tersebut terbentuk pada tubuh tanaman yang sama.
Strategi ini juga terlihat di sebagian besar tumbuhan runjung. Serbuk sari yang dibawa oleh kerucut jantan harus dengan bantuan angin dan terbang ke kerucut betina agar terjadi penyerbukan.