Setelah lebih dari seratus tahun berdiri, Museum Zoologi Bogor kini tampil dengan wajah yang lebih modern dan lebih menarik bagi generasi muda. Proses revitalisasi ini tidak hanya memperbarui aspek fisik museum, tetapi juga memperkuat fungsi edukatif serta daya tarik visual yang dimilikinya. Transformasi ini dilakukan untuk menghadapi tantangan zaman dan menjangkau audiens yang lebih luas, terutama di kalangan anak muda.
Museum yang didirikan pada masa kolonial ini telah menjadi bagian penting dari sejarah penelitian zoologi di Indonesia. Namun, dengan perkembangan teknologi dan media sosial, pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung juga perlu beradaptasi. Oleh karena itu, perubahan besar perlu dilakukan agar museum ini menjadi lebih interaktif dan layak dikunjungi oleh berbagai generasi.
Tampilan baru yang dihadirkan diharapkan dapat meningkatkan pengalaman edukatif bagi para pengunjung serta menarik perhatian generasi muda. Revitalisasi ini juga mencerminkan komitmen pengelola untuk merespons kebutuhan zaman tanpa mengabaikan nilai sejarah dan ilmiah yang telah ada.
Advertisement
Museum Zoologi Bogor didirikan pada tahun 1894 oleh J.C. Koningsberger, seorang ahli zoologi asal Belanda. Pada awalnya, museum ini dikenal dengan nama Zoologisch Museum dan merupakan bagian dari Kebun Raya Bogor, yang telah menjadi pusat penelitian botani dan zoologi sejak zaman Hindia Belanda. Fokus utama museum pada masa itu adalah menyimpan spesimen hewan dari seluruh Nusantara demi kepentingan riset ilmiah.
Sejak awal berdirinya, koleksi museum terus mengalami perkembangan yang signifikan. Museum ini menyimpan berbagai spesimen langka, termasuk kerangka ikan paus biru sepanjang 26 meter, yang menjadi ikon serta daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Di dalam museum, terdapat ribuan spesimen dari berbagai kelas hewan, mulai dari serangga hingga mamalia besar, yang mencerminkan keanekaragaman hayati Indonesia.
Setelah Indonesia meraih kemerdekaan, fungsi museum mulai diperluas menjadi tidak hanya tempat riset, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi publik. Namun, meskipun koleksi terus bertambah, fasilitas di museum ini hampir tidak mengalami pembaruan besar dalam beberapa dekade terakhir. Hal ini menyebabkan penampilannya dianggap ketinggalan jika dibandingkan dengan museum modern lainnya di Asia Tenggara.
Advertisement
Selama bertahun-tahun, Museum Zoologi telah dikenal sebagai tempat yang memiliki potensi besar untuk pembelajaran sains. Namun, sayangnya, keadaan bangunan dan penampilan visual yang sudah ketinggalan zaman menyebabkan minat kunjungan, terutama dari kalangan generasi muda, semakin menurun. Meskipun demikian, museum ini menyimpan data dan visual fauna Indonesia yang sangat berharga.
Oleh karena itu, revitalisasi dilakukan untuk menarik perhatian generasi muda dan sekaligus meningkatkan pengalaman edukatif bagi para pengunjung. Ini menjadi dasar yang kuat untuk melakukan perubahan menyeluruh, baik dari aspek kurasi koleksi, pencahayaan, maupun tata letak ruang.
"Kami melakukan revitalisasi di museum zoologi. Alhamdulillah setelah 130 tahun, akhirnya museum bisa tampil dengan wajah barunya yang lebih modern, yang lebih kekinian. Tentu dengan tidak mengurnagi nilai-nilai dari koleksi yang ada di museum zoologi" Zaenal Arifin, General Manager Corporate Communication Pt Mitra Natura Raya dilansir dari ANTARA pada Sabtu (5/4/2025).
Selain itu, faktor lain yang mendorong perubahan ini adalah tren global museum yang kini beralih ke arah pembelajaran berbasis pengalaman. Dalam pendekatan ini, pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga berinteraksi dan mengalami pembelajaran secara langsung. Oleh karena itu, museum ini kini dilengkapi dengan teknologi interaktif serta desain ruang yang lebih menarik untuk media sosial demi mendorong partisipasi aktif pengunjung.
Advertisement
Museum ini menyimpan koleksi hewan yang diawetkan sebanyak 954 jenis, sebagian besar di antaranya berasal dari Indonesia. Koleksi tersebut mencakup berbagai spesies, mulai dari burung, ikan, amfibi, hingga reptil. Beberapa di antara koleksi tersebut merupakan yang tertua, berasal dari tahun 1895.
Proyek revitalisasi museum dimulai dengan melakukan kurasi ulang terhadap koleksi yang akan dipamerkan kepada publik. Tidak semua spesimen lama dipertahankan dalam bentuk aslinya; beberapa di antaranya dikemas ulang dengan penjelasan yang lebih komunikatif, infografis yang menarik, serta pencahayaan yang artistik. Para kurator museum bekerja sama dengan ahli edukasi untuk menggabungkan elemen estetika dan pembelajaran.
Selanjutnya, tata ruang museum diubah menjadi lebih luas dan dinamis. Pengunjung kini dapat menyusuri alur koleksi dari hewan terkecil hingga terbesar dalam narasi visual yang terstruktur dengan baik. Setiap zona dilengkapi dengan panel interaktif yang memberikan penjelasan tentang habitat, peran ekologi, dan kondisi konservasi masing-masing spesies.
Bagian yang paling menarik perhatian adalah penambahan zona teknologi seperti augmented reality (AR). Fitur ini memungkinkan pengunjung untuk mendapatkan informasi lebih mendalam hanya dengan memindai kode menggunakan ponsel mereka. Selain itu, terdapat area selfie spot yang dirancang agar tetap sesuai dengan konteks edukasi, menjadikan museum sebagai tempat yang tidak hanya untuk belajar tetapi juga untuk bersenang-senang.
Advertisement
1. Jam Operasional:
- Senin sampai Jumat: 08.00–16.00 WIB
- Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional: 08.00–17.00 WIB
2. Harga Tiket
Tiket masuk ke Museum Zoologi sudah termasuk dalam tiket Kebun Raya Bogor.
- Hari biasa: Rp15.000
- Akhir pekan/libur: Rp25.000
- Anak-anak yang memiliki tinggi di bawah 90 cm tidak dikenakan biaya masuk
Perlu diingat bahwa harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu. Sebaiknya, periksa informasi terkini sebelum melakukan kunjungan.
Tips Mengunjungi Museum Zoologi Bogor Versi Baru
Agar bisa mendapatkan pengalaman yang optimal saat berkunjung ke Museum Zoologi Bogor, berikut adalah beberapa saran yang sebaiknya kamu pertimbangkan:
- Datanglah di pagi hari: Dengan datang saat museum baru dibuka, kamu dapat menikmati semua koleksi tanpa terburu-buru dan menghindari keramaian.
- Siapkan kamera dengan baterai yang terisi penuh: Banyak lokasi menarik yang cocok untuk diabadikan, terutama di area interaktif.
- Ikuti tur tematik jika tersedia: Museum seringkali menyediakan tur edukatif yang dipandu oleh staf. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga dan siswa.
- Periksa acara khusus: Terkadang ada workshop, pameran temporer, atau pertunjukan multimedia yang sangat menarik untuk diikuti.
Advertisement
Apa yang membuat Museum Zoologi Bogor berbeda dari museum lainnya?
Museum ini memiliki koleksi fauna terlengkap di Indonesia, termasuk kerangka paus biru sepanjang 26 meter. Selain itu, fasilitas interaktif dan zona Instagramable membuatnya cocok untuk edukasi sekaligus rekreasi.
Apakah Museum Zoologi Bogor gratis?
Pada beberapa kesempatan seperti Hari Museum Nasional atau program khusus, tiket masuk bisa digratiskan. Diketahui harga tiket masuk Museum Zoologi Rp 25.000 per orang.
Apakah museum ini ramah anak?
Ya. Dengan adanya zona interaktif dan pemandu edukasi, anak-anak dapat belajar dengan cara menyenangkan.