Buku 'Pusaka' Peninggalan Letnan Achijat Sniper Diduga Pembunuh Jenderal Mallaby dari Inggris Terungkap, Isinya Tak Ternilai

Berikut isi buku 'pusaka' peninggalan Letnan Achijat sniper diduga pembunuh Jenderal Mallaby dari Inggris.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Buku 'Pusaka' Peninggalan Letnan Achijat Sniper Diduga Pembunuh Jenderal Mallaby dari Inggris Terungkap, Isinya Tak Ternilai
Buku 'Pusaka' Peninggalan Letnan Achijat Sniper Diduga Pembunuh Jenderal Mallaby dari Inggris Terungkap, Isinya Tak Ternilai (Merdeka.com)

Buku 'pusaka' peninggalan Letnan Achijat beredar luas di media sosial.

Terlihat isi dari buku tersebut tidak ternilai harganya. Buku 'pusaka' ini sendiri dibagikan oleh anak sang Letnan dalam akun media sosial miliknya.

Bagaimana isi buku 'pusaka' peninggalan Letnan Achijat sniper diduga pembunuh Jenderal Mallaby dari Inggris? Melansir dari akun TikTok nuriachijat, Selasa (30/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

Buku atau agenda Letnan Achijat dibongkar oleh sang anak, Nuri Achijat. Nuri membagikan isi buku berharga tersebut ke akun media sosial miliknya.

"Agenda Gerilya Bapak," tulisnya dalam keterangan video.

"Video ini merupakan bagian kecil dari bukti perjuangan pahlawan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan," jelasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Nuri menjelaskan, mendiang sang Ibu rupanya menyimpan buku yang berisi agenda gerilya ayahnya saat perang kemerdekaan RI. Khususnya saat sang Ayah memimpin pasukannya.

"Sejak wafatnya Almh. Ibu, aku baru mengetahui di tas Almh. Ibu tersimpan agenda gerilya Alm. Bapak saat memimpin pesukannya, yang isinya?,"

tulisnya.

TikTok nuriachijat

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Penyamaran dan Pergerakan Anggota Pasukan,"

"Anggota Pasukan mendapatkan Gaman, terima baju dan celana untuk penyamaran"

"Sedang mengintai Pengkhianat dan Anggota pasukan sakit,"

"Pembagian Senjata dan Nama Anggota Regu yang sakit,"

"Sedang mengintai Pengkhianat dan Anggota pasukan sakit,"<br><br>"Pembagian Senjata dan Nama Anggota Regu yang sakit,"<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di dalam buku 'pusaka' ini juga berisikan kabar duka cita pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Asy'ari meninggal dunia.

"K.H. Hasyim Asy'ari meninggal,"

Selain itu, juga terdapat sandi-sandi pertempuran yang ditulis tangan oleh Letnan Achijat. "Sandi-sandi Pertempuran,"

"Wilayah Pertahanan Pasukan & Sandi-sandi Pertempuran,"

Selain itu, juga terdapat sandi-sandi pertempuran yang ditulis tangan oleh Letnan Achijat. "Sandi-sandi Pertempuran,"<br><br>"Wilayah Pertahanan Pasukan & Sandi-sandi Pertempuran,"<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Dicari pengecut (Pengkhianat)," jelasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Pinjam Terima senjata,"

"Pembagian Uang kepada Anggota Pasukan,"

"Laporan-laporan dari Anggota Pasukan,"

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Gugurnya seorang anggota pasukan,"

"Kehilangan jam tangan dan gugurnya seorang anggota pasukan,"

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Memimpin Pasukan Musdaeki yang keluar dari tawanan,"

"Pergerakan Anggota pasukan,"

Kemudian juga berisikan catatan pernikahan Bung Tomo di Malang. "Perkawinan Bung Tomo di Malang,"

Kemudian juga berisikan catatan pernikahan Bung Tomo di Malang. "Perkawinan Bung Tomo di Malang,"<br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Pergerakan anggota pasukan dan penggabungan pasukan,"

"Pembagian uang dan catatan utang anggota pasukan,"

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Letnan Achijat juga menuliskan pengertian istilah-istilah asing untuk para anggotanya. "Pengertian istilah-istilah asing untuk anggota pasukan,"

Di video terpisah, Nuri membagikan nama-nama anggota Pasukan Alap-Alap yang dipimpin oleh Letnan Achijat. Nama-nama anggota ini pun juga ditulis tangan oleh sang Jenderal.

Di video terpisah, Nuri membagikan nama-nama anggota Pasukan Alap-Alap yang dipimpin oleh Letnan Achijat. Nama-nama anggota ini pun juga ditulis tangan oleh sang Jenderal.  <br>
Dok. Istimewa

Bagi yang belum tahu, Letnan Achijat merupakan pejuang kemerdekaan yang berasal dari Surabaya.

Bagi yang belum tahu, Letnan Achijat merupakan pejuang kemerdekaan yang berasal dari Surabaya. <br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sosoknya dikenal sebagai pasukan Simokerto Alap-Alap. Di mana sangat terkenal kisah perjuangannya khususnya di kalangan masyarakat Surabaya.

Letnan Achijat melakukan pertempuran hebat melawan pasukan sekutu Inggris pada 10 November 1945 di Surabaya.

Pertempuran ini dipicu oleh terbunuhnya Jenderal Mallaby, pemimpin Tentara Inggris untuk Jawa Timur pada 30 Oktober 1945.

Tewasnya Jenderal Mallaby memang masih tidak diketahui secara pasti di tangan siapa.

Namun, Letnan Achijat diduga menjadi sniper yang mengirim sang jenderal ke alam baka.

Menurut anak Letnan Achijat yang bernama Alki Kiraamim Bararah, sang ayah sempat merasa bersalah atas terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Sebab, tewasnya pemimpin Tentara Inggris itu menjadi pemicu utama meledaknya perang 10 November 1945 di Surabaya.

Menurut anak Letnan Achijat yang bernama Alki Kiraamim Bararah, sang ayah sempat merasa bersalah atas terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Sebab, tewasnya pemimpin Tentara Inggris itu menjadi pemicu utama meledaknya perang 10 November 1945 di Surabaya.
Dok. Istimewa

Pertempuran 10 November 1945 merupakan pertempuran besar pertama usai kemerdekaan RI. Dalam perang 10 November ini ribuan tentara dan rakyat Surabaya yang ikut mengangkat senjata gugur..

Jenderal Mallaby sendiri tewas tertembak di Jembatan Merah, Surabaya pada 30 Oktober 1945.

Meski begitu, perang 10 November 1945 menjadi salah satu sebab dunia akhirnya mengetahui dan mengakui kemerdekaan RI.


Letnan Achijat meninggal dunia pada tahun 1976.

Sang letnan meninggal akibat kecelakaan di Surabaya. Letnan Achijat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ngagel. Ia meninggalkan seorang istri dan 12 orang putra.

Rekomendasi