Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengakui menghadapi kesulitan dalam memengaruhi pandangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Iran. Menurut laporan dari stasiun televisi Israel, Channel 13, yang mengutip sumber politik anonim, Netanyahu menyatakan kekhawatirannya dalam sebuah diskusi tertutup pemerintah mengenai kesepakatan yang sedang dibahas antara AS dan Iran.
Ia mengakui bahwa saat ini Israel tidak memiliki banyak ruang untuk bernegosiasi guna memengaruhi keputusan Trump.
Laporan tersebut muncul di tengah kabar bahwa negosiasi antara Washington dan Teheran semakin mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Di sisi lain, lembaga keamanan Israel tetap dalam keadaan siaga tinggi karena khawatir kesepakatan tersebut dapat memberikan keuntungan politik kepada Iran, mengurangi tekanan ekonomi, dan membiarkan infrastruktur nuklir serta jaringan proksinya tetap utuh.
Menurut Channel 13, upaya diplomatik Israel di AS dipimpin oleh mantan Menteri Urusan Strategis, Ron Dermer, sementara AS terus melanjutkan negosiasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Stasiun televisi tersebut juga melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, adalah sosok kunci yang dapat menggagalkan kesepakatan ini. Selain itu, sejumlah tokoh dekat Trump, seperti utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner, telah mendesak Trump untuk melanjutkan kesepakatan tersebut.
Advertisement
Netanyahu Telepon Trump
Sebelumnya, pada Minggu (24/5/2026), lembaga penyiaran publik Israel KAN melaporkan bahwa Netanyahu telah berkomunikasi melalui telepon dengan Trump, di mana ia menyampaikan kekhawatirannya mengenai penundaan pembahasan isu nuklir Iran dan dimasukkannya gencatan senjata Lebanon dalam kesepakatan yang sedang dirundingkan.
Trump pada Sabtu (23/5) menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang sebagian besar telah dinegosiasikan dan kini tinggal menunggu finalisasi. Terobosan ini terjadi setelah kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, ke Teheran, yang merupakan kunjungan keduanya dalam beberapa pekan terakhir.
Gencatan senjata dalam perang Iran yang dimulai pada 28 Februari itu pertama kali dimediasi oleh Pakistan pada 8 April.