Presiden Prabowo Subianto melantik purnawirawan jenderal TNI, Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Agum menyatakan siap memberi pandangan lintas sektor sebagai bahan pertimbangan presiden dalam pengambilan kebijakan.
Usai pelantikan, Agum merinci ruang lingkup masukan yang akan disampaikannya. "Dalam semua masalah yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Ya, dalam masalah politik, masalah ekonomi, masalah budaya, masalah ideologi, masalah mungkin kehidupan masyarakat, masalah olahraga," kata Agum di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/10).
Ia menambahkan bahwa seluruh isu yang relevan akan ia dorong sebagai bahan pertimbangan kepala negara. "Ya semua masalah lah yang bisa dijadikan mungkin bahan pertimbangan presiden dalam mengambil kebijakan-kebijakan di bidangnya nanti," sambung Agum.
Agum menyambut positif langkah pemerintah yang menunjuk anggota Wantimpres dalam jumlah besar. Menurutnya, hal itu akan memperkaya masukan untuk presiden dalam menentukan arah kebijakan.
"Saya rasa ini satu apa ya, satu langkah yang kalau saya anggap sih sangat bagus untuk bisa memperbaiki atau memberikan masukan kepada pertimbangan presiden lah ya, agar supaya presiden dalam mengambil langkah-langkahnya itu lebih terarah, lebih terukur lah, saya rasa gitu lah," ujar dia.
"Jadi mudah-mudahan Wantimpres ini bisa memerankan diri untuk bisa membantu presiden dalam memberikan pertimbangan," imbuh Agum.
Advertisement
Jejak Singkat Agum Gumelar
Agum Gumelar dikenal sebagai salah satu tokoh militer Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Komando Pasukan Khusus hingga Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional.
Di pemerintahan, Agum pernah dipercaya sebagai Menteri Perhubungan dan Telekomunikasi oleh Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid pada tahun 1999. Ia kemudian ditunjuk sebagai Menteri Perhubungan oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri pada Agustus 2001.
Advertisement
Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres
Sebelumnya, Presiden Prabowo resmi melantik sembilan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10/2026). Total ada 26 anggota Dewan Pertimbangan di pemerintahan Prabowo.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno ditunjuk sebagai ketua merangkap anggota Wantimpres. Sementara itu, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menjadi wakil ketua, dan Muhammad Qodari dipercaya sebagai sekretaris.
Anggota lainnya antara lain istri Presiden ke-4 RI, Shinta Nuriyah Wahid; tokoh agama Quraish Shihab; mantan Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf; mantan Menko Politik dan Keamanan Budi Gunawan; dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.
Berikut 26 tokoh yang dilantik Prabowo menjadi Dewan Pertimbangan Presiden:
- Pratikno, sebagai Ketua merangkap anggota
- Muhammad Hatta Rajasa, sebagai Wakil Ketua merangkap anggota
- Muhammad Qodari, sebagai Sekretaris merangkap anggota
- Sinta Nuriyah Wahid, sebagai anggota
- Muhammad Quraish Shihab, sebagai anggota
- Agum Gumelar, sebagai anggota
- Chairul Tanjung, sebagai anggota
- Said Aqiel Siradj, sebagai anggota
- Anwar Iskandar, sebagai anggota
- Yahya Cholil Staquf, sebagai anggota
- Jusuf Wanandi, sebagai anggota
- Budi Gunawan, sebagai anggota
- Bambang Soesatyo, sebagai anggota
- Salim Segaf Al-Jufri, sebagai anggota
- Soekarwo, sebagai anggota
- Dato' Sri Tahir, sebagai anggota
- Rocky Gerung, sebagai anggota
- Ida Bagus Purwalaksana, sebagai anggota
- Philip Kuncoro Wijaya, sebagai anggota
- Budi Santoso Tanuwibowo, sebagai anggota
- Anwar Usman, sebagai anggota
- Mohamad Hatta, sebagai anggota
- Jusuf Hamka, sebagai anggota
- Margarito Kamis, sebagai anggota
- Jacky Manuputty, sebagai anggota
- Ignasius Jonan, sebagai anggota