Singapura menyiapkan potongan tagihan utilitas bagi lebih dari satu juta rumah tangga yang memenuhi syarat pada Oktober. Nilainya berkisar 110–190 dolar Singapura (sekitar Rp 1,5–2,6 juta dengan asumsi S$1 = Rp 14.020), menurut pernyataan resmi Kementerian Keuangan, dikutip dari VnExpress International, Jumat (2/10/2026).
Bantuan ini menyasar rumah tangga yang tinggal di flat publik Housing & Development Board (HDB). Program potongan utilitas tersebut masuk dalam skema U-Save.
Untuk memenuhi syarat U-Save, setidaknya ada satu pemilik atau penghuni yang berstatus warga negara Singapura. Jika seluruh unit disewakan, minimal satu penyewa harus berkewarganegaraan Singapura.
Rumah tangga tidak memenuhi syarat bila ada anggota keluarga yang memiliki lebih dari satu properti, atau pemilik/penghuni utama memiliki properti swasta. Besaran potongan disesuaikan dengan tipe unit, dengan flat satu dan dua kamar menerima jumlah tertinggi.
Selain U-Save, rumah tangga HDB yang berhak juga memperoleh potongan hingga setara satu bulan biaya layanan dan perawatan lingkungan. Komponen ini mencakup layanan kebersihan permukiman, pertamanan, pengumpulan sampah, pengendalian hama, serta perawatan fasilitas mekanis dan elektrik.
Kedua jenis potongan akan otomatis dikreditkan ke akun rumah tangga di operator jaringan listrik SP Services dan dewan kota masing-masing. Penyaluran dilakukan setiap kuartal, yaitu pada April, Juli, Oktober, dan Januari.
Advertisement
Langkah Meringankan Biaya Hidup Warga Singapura
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan tekanan biaya hidup bagi rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah. The Economist menempatkan Singapura di peringkat kedua negara terkaya di dunia setelah Swiss, berdasarkan PDB per kapita 2025.
Dalam satu tahun anggaran, rumah tangga HDB yang memenuhi syarat dapat menerima hingga 760 dolar Singapura (sekitar Rp 10,6 juta) melalui rabat U-Save. Mereka juga mendapatkan rabat biaya layanan dan perawatan lingkungan setara hingga tiga setengah bulan untuk periode April 2026 hingga Januari 2027.
Potongan pada kuartal keempat ini hadir berbarengan dengan turunnya tarif listrik dan gas di Singapura, seiring melandainya biaya energi pada kuartal IV 2026.
Tarif listrik turun 10,4% dibanding kuartal sebelumnya menjadi 28,59 sen per kWh untuk periode Oktober–Desember. Sementara itu, harga gas turun 8,6% menjadi 21,45 sen per kWh (setara sekitar Rp 3.007 per kWh).