Anggota DPR Sebut Kebakaran Rumah Hakim PN Medan Khamozaro Janggal, Desak Polisi Ungkap Dalangnya

Kebakaran melanda rumah Khamozaro pada pagi hari Selasa, 14 November 2025.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Anggota DPR Sebut Kebakaran Rumah Hakim PN Medan Khamozaro Janggal, Desak Polisi Ungkap Dalangnya
Ikahi Jumpa Pers tanggapi Insiden Rumah Hakim di Medan Kebakaran (Dok: Antara) (© 2025 Liputan6.com)

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas kebakaran rumah hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu. Kebakaran tersebut terjadi pada Selasa pagi, 14 November 2025.

"Tanpa berprasangka buruk, kita berharap kepolisian bisa mengungkap motif dan siapa dalang di balik kebakaran rumah yang janggal ini. Itu penting agar menjadi contoh bagi hakim lain bahwa negara betul-betul memberikan perlindungan dan jaminan keamanan," ungkap Lallo saat berbicara kepada awak media di Jakarta pada Kamis, 6 November 2025.

Dia menyatakan keprihatinannya atas insiden kebakaran yang menimpa kediaman Khamozaro Waruhu. Politisi dari Partai NasDem ini menegaskan bahwa Komisi III sangat memperhatikan keselamatan para aparat penegak hukum, terutama para hakim.

Lallo juga menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin keamanan para hakim, baik secara pribadi, keluarganya, maupun tempat tinggal mereka.

"Presiden pernah menyampaikan bahwa hakim adalah benteng terakhir pencari keadilan. Maka, negara harus menjamin keamanan mereka, termasuk rumah dan keluarganya," tegas Lallo.

Jangan Biarkan Hakim Mengalami Teror

Lallo menekankan bahwa perlindungan terhadap hakim sangat penting untuk mempertahankan independensi sistem peradilan. Oleh karena itu, setiap bentuk tekanan dan teror yang ditujukan kepada penegak hukum tidak seharusnya dibiarkan, karena hal ini dapat mengurangi keberanian hakim dalam menegakkan hukum serta memerangi korupsi.

"Yang harus dijaga dari hakim itu adalah independensinya. Jangan sampai teror seperti ini menurunkan tekad untuk memberantas korupsi. Karena itu, negara wajib memastikan keamanan mereka," ujarnya.

Dalam hal perlindungan yang lebih konkret, Lallo merekomendasikan agar negara menyediakan pengawalan dan penjagaan yang cukup bagi hakim, terutama bagi mereka yang menangani kasus-kasus sensitif.

"Perlindungan itu ya negara menjamin keamanan mereka. Rumah, tempat tinggal, keluarganya dijaga. Kalau perlu dikawal polisi atau TNI, itu bagian dari teknis pelaksanaannya," tegasnya.

Kronologi Kebakaran Rumah Hakim Khamozaro

Rumah Hakim Khamozaro Waruwu, yang sedang menangani kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara, mengalami kebakaran pada Selasa (4/11) pagi. Kebakaran terjadi saat Khamozaro memimpin sidang di Pengadilan Negeri Medan.

Ia baru mengetahui tentang kebakaran rumahnya setelah menerima telepon dari tetangga, tetapi tidak dapat menjawabnya karena sedang menjalankan sidang.

"Saya masih di kantor, tahunya kebakaran dihubungi tetangga. Karena sidang makanya nggak saya angkat. Saya balas lewat WA (WhatsApp) dan bilang kalau saya sedang sidang. Lalu dibalas, rumah bapak kebakar," ungkap Khamozaro saat ditemui di kediamannya di Jalan Pasar II, Komplek Taman Harapan Indah, Kecamatan Medan Selayang, pada malam hari yang sama.

Setelah mendengar berita tersebut, Khamozaro merasa sangat terkejut dan segera menghentikan sidang yang sedang berlangsung.

"Begitu dapat kabar, saya langsung syok. Saya tutup sidangnya, lalu bersama security saya bawa motor ke rumah. Di sana sudah ramai, pintu rumah sudah dijebol untuk memadamkan api," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi, karena istrinya baru saja pergi sekitar 20 menit sebelum kejadian. Api melahap kamar tidur utama dan sebagian dapur.

"Waktu itu kejadian sekitar 20 menit setelah istri saya pergi. Rumah kosong. Kebakaran di tempat tidur utama, semuanya habis. Bahkan pakaian pun tak ada lagi. Tadi sore saya beli baju di toko untuk dipakai malam ini," tuturnya.

Rekomendasi