Perjalanan Cinta Yurike Sanger dengan Presiden Soekarno, Penuh Cerita dan Kenangan

Yurike, yang dulunya memiliki peran signifikan dalam kehidupan Bung Karno, kini menyisakan kenangan mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Perjalanan Cinta Yurike Sanger dengan Presiden Soekarno, Penuh Cerita dan Kenangan
Yurike Sanger Istri Presiden Soekarno (Foto: Instagram @yudhisanger_adventure)

Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden Soekarno. Istri ketujuh sang proklamator, Yurike Sanger, telah berpulang di Amerika Serikat. Berita ini disampaikan oleh putranya, Yudhi Sanger, melalui unggahan di media sosial yang mengejutkan banyak orang. Sosok Yurike, yang pernah memainkan peran penting dalam kehidupan Bung Karno, kini meninggalkan banyak kenangan bagi keluarga dan masyarakat. Dalam unggahannya, Yudhi menuliskan bahwa ibunya meninggal dunia pada 17 September 2025 pukul 19.15 waktu setempat. Ia juga mengungkapkan rencana untuk membawa jenazah ke Rumah Duka RS Fatmawati di Jakarta, meskipun rincian waktu pemulangan masih menunggu kepastian.

Yurike Sanger dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pribadi Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Kisah hidupnya yang menarik dimulai dari pertemuannya dengan sang proklamator di usia muda, yang menjadikannya bagian tak terpisahkan dari narasi sejarah bangsa. Perjalanan cinta Yurike Sanger dengan Presiden Soekarno menjadi sorotan, mengingat dinamika dan konteks politik yang melingkupinya. Hidupnya bukan sekadar tentang pernikahan, tetapi juga tentang perjuangan seorang wanita yang harus beradaptasi di tengah derasnya arus politik dan sosial Indonesia pada masa itu. Berikut adalah selengkapnya.

7 Potret Lawas Yurike Sanger Istri Presiden Soekarno, Kini Tinggal Kenangan
Yurike Sanger Istri Presiden Soekarno (Foto: Instagram @yudhisanger_adventure) © 2025 Liputan6.com

Yurike Sanger dilahirkan di Poso, Sulawesi Tengah, pada tanggal 22 Mei 1945, berasal dari keturunan Jerman dan Manado. Sebelum menjalin hubungan dengan Soekarno, ia dikenal sebagai seorang penyanyi berbakat. Kehidupan Yurike mengalami perubahan yang signifikan setelah ia bertemu dengan Presiden pertama Republik Indonesia tersebut. Pertemuan pertama mereka berlangsung pada tahun 1963, saat Yurike masih berstatus sebagai pelajar di Sekolah Guru Pendidikan Jasmani (SGPD).

Pada waktu itu, ia merupakan anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika yang bertugas menyambut tamu negara, termasuk tamu penting dari Soviet. Soekarno dikabarkan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Yurike. Ia kemudian mengajak Yurike untuk berbincang, duduk bersama, dan bahkan mengantarnya pulang ke rumah. Dari interaksi yang intens ini, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Soekarno pun menyatakan perasaannya serta keinginannya untuk menikahi Yurike, dan memberikan sebuah kalung sebagai simbol komitmennya.

Hubungan cinta antara Yurike Sanger dan Soekarno terus berlanjut hingga mereka memilih untuk mengikat janji suci. Pernikahan mereka dilaksanakan secara rahasia pada 6 Agustus 1964, hanya dihadiri oleh anggota keluarga terdekat, tanpa sepengetahuan publik maupun istri-istri Soekarno yang lain. Pada saat pernikahan, Yurike Sanger masih berusia sangat muda, yaitu 19 tahun, sementara Presiden Soekarno telah berusia 64 tahun, menciptakan perbedaan usia yang cukup mencolok, yaitu 45 tahun. Dengan demikian, Yurike menjadi istri ketujuh Soekarno, meskipun beberapa sumber menyebutnya sebagai istri kedelapan.

Sebelum resmi menikah, Yurike Sanger yang sebelumnya beragama Kristen, memutuskan untuk memeluk Islam. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai bagian dari syarat pernikahan dengan Soekarno, yang menunjukkan keseriusannya untuk memulai kehidupan baru bersama Sang Proklamator. Keputusan ini mencerminkan komitmennya untuk menjalani hubungan yang lebih dalam dan bermakna. Dalam konteks ini, ia tidak hanya mengubah keyakinannya, tetapi juga bersiap untuk menghadapi tantangan baru dalam hidupnya sebagai istri seorang presiden.

Mengenang Perjalanan Cinta Yurike Sanger dengan Presiden Soekarno, dari Pertemuan Tak Terduga hingga Perpisahan Penuh Makna
Yurike Sanger dengan Presiden Soekarno (imagebank) © 2025 Liputan6.com

Meskipun Yurike Sanger lebih sering berada di belakang layar, namanya tetap diingat dalam sejarah keluarga besar Presiden Pertama Republik Indonesia. Ia menceritakan bahwa Soekarno adalah sosok yang sangat berkomitmen kepada bangsa. Yurike juga pernah berbagi cerita mengenai bagaimana Soekarno membagi waktu antara istri-istrinya, di mana ia akan mendapatkan kunjungan dengan pengawalan presiden. Namun, perjalanan rumah tangga antara Yurike Sanger dan Soekarno tidak bertahan lama, hanya berlangsung sekitar empat tahun. Mereka akhirnya sepakat untuk bercerai secara damai pada tahun 1968.

Perceraian ini terjadi di tengah situasi politik Indonesia yang semakin memanas setelah peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) pada tahun 1965. Pada saat itu, Soekarno mengalami pemakzulan secara de facto dan menjadi tahanan rumah di Wisma Yaso. Dalam kondisi tersebut, Soekarno menyarankan Yurike untuk mengajukan perceraian agar ia tidak ikut merasakan kesulitan yang sedang dihadapinya. Dengan pertimbangan demi kebaikan bersama, Yurike Sanger akhirnya memenuhi permintaan tersebut.

Setelah berpisah dari Presiden Soekarno, Yurike Sanger menemukan cinta baru dalam hidupnya. Ia menikah dengan seorang duda yang memiliki dua anak bernama Subekti Didi. Setelah mengikat janji suci, Yurike memilih untuk mengikuti suaminya dan menetap di Amerika Serikat, memulai fase baru dalam kehidupannya di sana. Meskipun sempat menjadi mualaf selama pernikahan dengan Soekarno, Yurike Sanger kembali memeluk agama Kristen setelah menjalani hidup baru di negeri Paman Sam. Ia menegaskan bahwa ia selalu menghormati berbagai keyakinan dan agama, karena menurutnya, semua ajaran mengandung nilai kebaikan. Keputusan ini mencerminkan perjalanan spiritual yang dialaminya.

Lama tidak terdengar kabarnya, Yurike Sanger kembali mencuri perhatian publik setelah meninggal dunia. Kisah hidupnya yang penuh warna, dari seorang pelajar hingga menjadi istri presiden, kemudian menjalani kehidupan di luar negeri, selalu menarik perhatian banyak pihak.



Yurike Sanger Istri Presiden Soekarno (Foto: Instagram @yudhisanger_adventure)
Yurike Sanger Istri Presiden Soekarno (Foto: Instagram @yudhisanger_adventure)
Yurike Sanger dengan Presiden Soekarno Meninggal Dunia
Yurike Sanger dengan Presiden Soekarno Meninggal Dunia (Foto: Instagram: Kiay Sarungan)

Berdasarkan postingan instagram putranya, Yudhi Sanger, mengabarkan jika Yurike Sanger menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu, 17 September 2025, sekitar pukul 19.15 waktu setempat di San Gorgonio Memorial Hospital, Banning, California, Amerika Serikat. Kabar duka ini disampaikan oleh putranya, Yudhi Sanger, melalui akun Instagram pribadinya. "In loving memory, Yurike Sanger. Beloved mother, grandmother, and great grandmother," tulis Yudhi.Yurike wafat pada usia 80 tahun.

Penyebab meninggalnya sosok penting ini adalah kanker payudara yang dideritanya. Penyakit tersebut telah lama menjadi perjuangan baginya sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya.Rencananya, jenazah Yurike Sanger akan dibawa ke Rumah Duka di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk disemayamkan. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles turut membantu proses pemulangan jenazah ke tanah air. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan mereka yang mengenang perjalanannya. Ucapan dukacita pun mengalir deras di kolom komentar instagram Yudhi Sanger atas berpulangnya Yurike Sanger sang istri Presiden Soekarno.

Rekomendasi