Apa itu Nafkah Istri dalam Islam? Berikut Penjelasannya Lengkap dengan Hukum dan Jenisnya

Ketahui penjelasan lengkap tentang nafkah istri dalam Islam.

Desi  Aditia Ningrum
Oleh Desi Aditia Ningrum - Reporter
Apa itu Nafkah Istri dalam Islam? Berikut Penjelasannya Lengkap dengan Hukum dan Jenisnya
Apa itu Nafkah Istri dalam Islam? Berikut Penjelasannya Lengkap dengan Hukum dan Jenisnya (Merdeka.com)

Dalam Islam, nafkah istri bukan hanya tanggung jawab finansial, tetapi ibadah yang mendatangkan pahala besar. Kewajiban ini tertuang dalam Al-Qur'an dan hadits. Rasulullah SAW bersabda bahwa pahala memberi nafkah kepada istri lebih besar daripada sedekah lain, termasuk jihad fi sabilillah. Lalu, apa saja yang termasuk nafkah istri?

Nafkah istri adalah kewajiban suami yang bersifat wajib dalam Islam. Bukan sekadar tanggung jawab sosial atau finansial, melainkan ibadah yang mendatangkan pahala besar. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur'an dan hadits. Bagaimana hukumnya jika suami tidak memberi nafkah?

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang nafkah istri dalam Islam. Meliputi jenis-jenis nafkah, prioritasnya, dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits, serta keutamaan bagi suami yang menafkahi keluarganya. Simak selengkapnya di bawah ini, dilansir dari berbagai sumber, Kamis (26/6).

Sah! 7 Potret Akad Nikah Rizky Ridho & Sendy Aulia, Fans Patah Hati Berjamaah
Sebagai sosok yang tenar di lapangan maupun di luar lapangan, Rizky Ridho disebut sebagai pria yang baik, nggak neko-neko, dan setia kepada pasangannya.  instagram.com/maharagung.organizer

Secara umum, nafkah istri meliputi tiga hal utama. Yaitu nafkah materi (zahir), nafkah batin (ruhani), dan nafkah mu'asyah (pergaulan). Ketiganya memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

Nafkah materi mencakup kebutuhan pokok istri seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pengobatan. Besaran nafkah materi disesuaikan dengan kemampuan suami. Suami kaya wajib memberi nafkah lebih besar daripada suami kurang mampu. Istri diharapkan bersikap qanaah (menerima dengan ikhlas) jika suami mengalami kesulitan ekonomi.

Nafkah batin mencakup pemenuhan kebutuhan emosional dan seksual istri. Suami wajib memberikan kasih sayang, perhatian, dan pemenuhan kebutuhan seksual yang halal. Keharmonisan hubungan suami istri sangat penting dalam Islam. Suami harus terus berusaha memberikan yang terbaik.

Nafkah mu'asyah mencakup perlakuan baik dan adil kepada istri, serta memenuhi kebutuhan sosialnya. Suami harus memperlakukan istri dengan baik, menghormati, dan melindungi kehormatannya. Dengan begitu, rumah tangga akan harmonis.

Apa Itu Micro-mance? Gerakan Sederhana Sebagai Tanda Sayang
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/Caterina © 2025 Liputan6.com

Nafkah istri diutamakan daripada nafkah kerabat, termasuk ibu. Hal ini karena nafkah istri merupakan kewajiban yang didasarkan pada perjanjian (mu'awadhah) antara suami dan istri. Yaitu ketaatan istri dibalas dengan nafkah dari suami.

Namun, hal ini tidak berarti suami boleh mengabaikan kebutuhan orang tuanya sepenuhnya. Suami harus menyeimbangkan kewajiban menafkahi istri dan kerabatnya sesuai kemampuan. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan.

Untuk mencukupi kewajibannya, seorang suami harus berikhtiar dengan bekerja atau berjualan. Perjuangan suami untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-harinya amat mulia. Begitu mulianya kepala keluarga yang berusaha untuk menafkahi keluarganya, disebutkan dalam berbagai hadis tentang keutamaan pencari nafkah.

Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.' (HR Bukhari).

Memberi nafkah kepada istri dan anak-anak juga bisa menjadi salah satu penyebab diampuni dosa.

Apa Itu Micro-mance? Gerakan Sederhana Sebagai Tanda Sayang
Ilustrasi Pasangan Credit: pexels.com/Caterina © 2025 Liputan6.com

Kewajiban nafkah istri bersumber dari Al-Qur'an, hadits, dan ijma' (kesepakatan ulama). Salah satu ayat Al-Qur'an yang relevan adalah QS. An-Nisa: 34 yang menjelaskan kepemimpinan laki-laki dan kewajiban menafkahi keluarga. Hadits-hadits Rasulullah SAW juga banyak menjelaskan tentang pentingnya nafkah dan pahala yang didapat darinya.

Allah SWT berfirman: 'Dan kewajiban ayah (suami) memberi makan dan pakaian kepada para ibu (istri) dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya,' (QS Al-Baqarah 233).

Selain itu, rasulullah SAW pun menjelaskan dalam sebuah hadis shahih.

Rasulullah SAW bersabda: 'Dan mereka (para istri) mempunyai hak diberi rezeki dan pakaian (nafkah) yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami),'' (HR Muslim 2137).

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda 'Allah menyukai orang fakir yang apik dan yang menjadi tulang punggung keluarga' (HR Ibnu Majah).

Menurut Husein Muhammad dalam bukunya 'Fiqih Perempuan', nafkah atau nafaqah secara harfiah diartikan sebagai pengeluaran atau sesuatu yang dikeluarkan oleh seseorang untuk orang yang menjadi tanggung jawabnya, seperti suami kepada istrinya. Hal ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surah At-Talaq ayat 7.

Rekomendasi