Seorang perawat asal Inggris terekam kamera berlutut memohon di depan polisi Mesir. Aksinya ini rupanya agar dirinya bisa diizinkan masuk Palestina melalui Mesir.
Pria ini mengatakan hendak membantu warga Gaza yang sedang digenosida oleh Israel. Sontak saja aksi perawat asal Inggris langsung menjadi sorotan publik.
Lantas bagaimana video pria asal Inggris yang berlutu memohon ke polisi Mesir untuk masuk ke Palestina? Melansir dari akun Instagram sahabatsurga, Selasa (17/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Perawat Inggris Memohon ke Polisi Mesir
Seorang perawat asal Inggris berhasil mencuri perhatian masyarakat dunia. Bagaimana tidak, Ia tidak malu dan segan untuk memohon ke polisi Mesir agar bisa masuk ke Palestina.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, pria itu memohon sampai tak kuasa menahan tangis kepada pasukan keamanan Mesir. Di mana para pasukan keamanan uni
"Di mana hatimu? Aku percaya bahwa orang-orang Arab memiliki hati yang bersih. Aku percaya kamu adalah orang baik. Mereka anak-anak kelaparan, aku berusaha untuk memberi makan anak-anak. Untuk cinta, untuk kemanusiaan, untuk Islam, berdiri bersama orang-orang Islammu," ujar perawat ini tak kuasa menahan tangis.
"Tolong berdiri dengan saudara-saudari Islammu," lanjutnya.
Advertisement
Memohon dengan Penuh Air Mata
Melihat belum ada pergerakan dari polisi Mesir, pria ini tetap terus memberikan pemahaman kepada mereka. Ia juga mengaku bahwa kedatangannya ke Palestina untuk memberikan bantuan. Apalagi Ia juga merupakan seorang perawat.
"Mereka menyambut saya di hati mereka, saya membayar untuk pergi ke sana sebagai perawat. Mereka memukuliku di padang pasir untuk memberi makan anak-anak muslim yang kelaparan," jelasnya.
"Di mana kedamaianmu? Di mana hatimu? Di mana kemanusiaan yang membela kita untuk cinta dan untuk cinta kemanusiaan?," tambahnya.
Advertisement
Berlutut Memohon ke Polisi Mesir
Pria ini juga mengungkapkan bahwa ada begitu banyak bayi yang kelaparan. Para wanita-wanita Gaza pun juga sudah tidak mampu menyusui anak-anak mereka lagi. Bagaimana tidak, mereka kelaparan karena tidak adanya bahan makanan yang masuk ke wilayahnya.
"Bayi-bayi dan wanita-wanita yang mencoba memberi makan bayi-bayi sekarat mereka dan ASI untuk mereka sudah tidak ada. Tahukah kamu bagaimana rasanya? Tahukah kamu kedengarannya seperti apa? Untuk kemanusiaan dan untuk cinta, berdiri dengan saudara-saudarimu," ungkapnya.
"Saya akan memohon padamu, izinkan kamu untuk berjalan ke Palestina," tutupnya berlutut.