Krisis Kemanusiaan di Gaza: Dampak Parah Blokade Israel

Blokade Israel di Jalur Gaza telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang mengancam nyawa ratusan ribu warga, terutama anak-anak.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Dampak Parah Blokade Israel
Krisis Kemanusiaan di Gaza: Dampak Parah Blokade Israel (Merdeka.com)

Blokade yang diberlakukan Israel di Jalur Gaza sejak Maret 2025 telah menyebabkan krisis kemanusiaan yang sangat parah. Akses terhadap makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar semakin terbatas, mengancam kehidupan 2 juta warga, terutama anak-anak.

Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini menegaskan kelaparan dan keputusasaan semakin meluas di Gaza. Sementara bantuan yang seharusnya menyelamatkan nyawa justru dijadikan alat perang oleh pihak Israel.

Lebih dari sebulan Gaza berada dalam pengepungan total, yang mengakibatkan runtuhnya tatanan sipil. Rakyat Palestina di Gaza terkurung di sebidang tanah kecil, dengan angka kematian akibat kelaparan dan kekurangan gizi yang terus meningkat.

Krisis ini memerlukan perhatian dan tindakan segera dari komunitas internasional. Sejak penutupan total perbatasan pada 2 Maret 2024, Israel telah memblokir semua bentuk bantuan kemanusiaan, medis, dan logistik yang sangat dibutuhkan.

Situasi ini telah memicu krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagaimana dikonfirmasi oleh laporan pemerintah lokal dan lembaga hak asasi manusia internasional.

Kelaparan Massal dan Dampaknya

UNRWA Kecam Israel: Gunakan Makanan sebagai Senjata Perang di Gaza
UNRWA menyatakan blokade Israel di Gaza menyebabkan kerusakan permanen pada kehidupan warga Palestina, memicu krisis kemanusiaan akibat kelangkaan makanan dan obat-obatan. Planet Merdeka

Laporan dari Integrated Food Security Phase Classification (IPC) menunjukkan bahwa ratusan ribu warga Gaza terancam kelaparan. Bahkan, diperkirakan hingga setengah juta orang berada dalam kondisi kritis.

Angka kematian anak-anak akibat kekurangan gizi terus meningkat, dengan laporan menyebutkan bahwa lebih dari 65.000 anak-anak berisiko meninggal karena kelaparan.

Kekurangan pangan ini tidak hanya mengancam kehidupan anak-anak, tetapi juga dapat berdampak jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan mereka. Krisis gizi akut yang dialami anak-anak dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif dan kesehatan yang buruk sepanjang hidup mereka.

Kekurangan Obat-obatan dan Peralatan Medis

PBB: Gaza Alami Kelaparan Massal Akibat Pengeboman dan Blokade Israel
Sejak agresinya di Gaza pada 7 Oktober hingga saat ini, Israel telah membunuh 24.285 warga Palestina dan melukai 61.154 lainnya. © Anadolu Agency

Blokade yang ketat juga menyebabkan kekurangan obat-obatan dan peralatan medis yang krusial. Rumah sakit di Gaza mengalami kesulitan dalam merawat pasien yang membutuhkan perawatan untuk penyakit kronis maupun cedera akibat konflik.

Pasokan medis yang sangat terbatas membuat kemampuan untuk memberikan perawatan yang memadai semakin memburuk.

Banyak pasien yang seharusnya mendapatkan perawatan segera kini terpaksa menunggu tanpa harapan. Kekurangan ini mengancam nyawa pasien dan memperburuk kondisi kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Akses Terbatas terhadap Bantuan Kemanusiaan

Krisis Kemanusiaan Parah di Jalur Gaza: MER-C Laporkan Malnutrisi Menyerang Anak-anak
Blokade Israel menyebabkan krisis kemanusiaan parah di Jalur Gaza, dengan laporan malnutrisi serius pada anak-anak dan kelangkaan makanan, menurut MER-C. © 2025 Antaranews

Israel telah membatasi jumlah truk bantuan yang diizinkan masuk ke Gaza secara signifikan. Organisasi internasional seperti PBB dan UNRWA telah berulang kali meminta agar blokade dicabut dan akses bantuan kemanusiaan diberikan tanpa hambatan.

Namun, hingga saat ini, situasi belum menunjukkan perubahan yang signifikan. UNRWA juga menyoroti bahwa ribuan truk pengangkut bantuan telah disiapkan, dan staf mereka di Gaza siap memperluas distribusi bantuan jika jalur masuk kembali dibuka.

Namun, selama blokade ini berlangsung, cadangan logistik bantuan hampir sepenuhnya habis, membuat situasi semakin kritis.

Dampak Jangka Panjang dan Reaksi Internasional

PBB Kecam Blokade Israel di Gaza: Hukuman Kolektif yang Kejam
PBB mengecam keras blokade bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza oleh Israel, menyebutnya sebagai 'hukuman kolektif yang kejam' dan mendesak pencabutan segera blokade tersebut. © 2025 Antaranews

Dampak jangka panjang dari krisis ini sangat mengkhawatirkan. Generasi mendatang di Gaza berisiko mengalami dampak negatif yang permanen akibat kekurangan gizi dan akses terbatas terhadap layanan kesehatan.

Banyak negara, termasuk China dan negara-negara Eropa, telah mengecam blokade ini dan mendesak Israel untuk segera mencabutnya.

Parlemen Eropa dan organisasi internasional lainnya telah menyerukan tindakan segera untuk meringankan krisis kemanusiaan di Gaza. Beberapa negara bahkan meminta sidang darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas masalah ini.

Namun, Israel tetap berpegang pada argumennya bahwa blokade bertujuan untuk menekan Hamas agar membebaskan sandera yang ditahan sejak Oktober 2023.

Rekomendasi