Di era modern saat ini, masih ada saja aksi kekerasan yang terjadi. Mirisnya, aksi tersebut terjadi di sekolahan dan pelaku adalah murid dari sekolah lain.
Hal ini diungkapkan langsung oleh salah seorang wanita sekaligus tante dari korban. Bahkan, dikatakan bahwa korban kekerasan tersebut tidak hanya satu orang saja, melainkan banyak murid lainnya.
Sudah dilaporkan kepada pihak sekolah, namun wanita ini kecewa dengan respons yang diberikan. Lantas bagaimana video viral siswa SMP di Bogor lakukan kekerasan tapi 'tak tersentuh' hingga pihak sekolah menjadi sorotan?
Melansir dari akun Instagram ahmadsahroni88, Jumat (21/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Anggota DPR RI Ahmad Sahroni mengunggah video seorang wanita yang mengungkapkan aksi kekerasan diduga dilakukan siswa SMP di Bogor. Wanita ini menceritakan bahwa keponakannya mendapat kekerasan diduga dari salah seorang siswa SMP di Cibinong, Bogor.
Aksi kekerasan ini bahkan dilakukan secara terang-terangan di depan umum. Tidak hanya sang keponakan saja, sejumlah anak-anak basket SMPN 1 Bogor juga diduga menjadi korban.
"Hati-hati buat semua orang tua yang ada di Indonesia karena pendidikan anak di Indonesia saat ini lagi tidak baik-baik saja. Beberapa waktu lalu kebetulan keponakan aku yang bernama Shaquille dari SMPN 1 Bogor dipukul secara terang-terangan oleh oknum yang bernama Reynard Cedric dari SMP Mardi Waluya Cibinong," ujar wanita ini.
"Korbannya itu tidak cuma keponakan aku tapi juga anak-anak basket SMPN 1 Bogor lainnya," ungkapnya.
Advertisement
Dalam pernyataannya itu, Ia juga melampirkan bukti video yang memperlihatkan pelaku melakukan kekerasan. Terlihat bagaimana pelaku diduga sengaja memukul bagian belakang kepala siswa SMPN 1 Bogor.
"Bentuk kekerasannya itu antara lain memukul bagian perut tapi itu tidak terekam kamera, kemudian menyeleding hingga terjatuh keras, menyikut kencang seperti ini (di video) dan puncaknya adalah memukul kepala keponakan aku kayak gini," ujarnya sembari memperlihatkan video pemukulan.
"Logikanya kalau dia berani melakukan hal-hal seperti ini di tempat seramai itu, apalagi di tempat sepi," lanjutnya.
Advertisement
Lebih lanjut, wanita ini mengaku awalnya tidak berniat untuk memviralkan aksi kekerasan tersebut. Akan tetapi, niat tersebut berubah usai Ia menemukan beberapa kejanggalan. Khususnya dalam alur penyelesaian konflik ini.
"Pertama, pihak sekolah sampai saat ini tidak memberikan sanksi tegas apapun kepada pelaku. Kedua, pihak sekolah meminta maaf ke orangtua korban hanya dengan cara seperti memberikan bukti transfer setelah berbelanja online," paparnya memberikan bukti pesan dari pihak sekolah ke orangtua korban.
"Ketiga, pada saat anak-anak basket SMPN 1 Bogor mengupload video kekerasan tersebut di story Instagram mereka masing-masing, tiba-tiba ada yang DM mereka yang mengaku sebagai pihak Perbasi dan meminta take down semua video tersebut dengan mengancam pencemaran nama baik," tambahnya sembari memperlihatkan isi pesan oleh orang yang mengaku sebagai pihak Perbasi.
Advertisement
Belum berhenti di sana, Ia juga mengatakan bahwa pelaku beserta orang tuanya hingga kini masih belum memberikan permintan maaf kepada korban. Sontak saja, Ia pun merasa bahwa pelaku seolah 'tak tersentuh'.
"Selain itu juga, pelaku beserta orang tuanya hingga detik ini belum ada permintan maaf apapun. Di sini aku jadi merasa kayaknya nih pelaku mendapat support ya dari berbagai pihak orang dewasa. Bukan para korban nih yang mendapat support," ujarnya.
"Dan yang sangat aku sayangkan adalah kenapa sih apa-apa tuh harus viral dulu? Kalau sistem pendidikan saja mainannya sudah kayak gini, sektor mana lagi yang bisa kita percaya?," tutupnya.