Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait dugaan polisi melakukan salah tangkap terhadap 4 anak di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pada rapat yang digelar pada Selasa (21/1) ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut hadir mendampingi keluarga korban salah tangkap.
Para keluarga hadir untuk mengeluhkan tindakan yang diterima oleh anak-anak mereka. Salah satu Ibu korban sampai menangis sesegukan saat mengadu ke Komisi III.
Lantas bagaimana momen Ibu korban dugaan salah tangkap nangis sesegukan mengadu ke Komisi III DPR RI tersebut? Melansir dari akun YouTube Komisi III DPR RI Channel, Rabu (22/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Nangis Sesegukan Ibu Korban Dugaan Salah Tangkap
Orang tua korban dugaan salah tangkap hadir dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Komisi III DPR RI pada Selasa (21/1). Pihak keluarga korban juga turut didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
Kedatangannya ini untuk mengeluhkan tindakan Polres Tasikmalaya yang melalukan aksi salah tangkap terhadap empat remaja di bawah umur.
Salah satu orang tua memberikan kesaksian atas apa yang sebenarnya dialami oleh sang putra. Ibu Yulinda, orang tua korban bernama Dani Wijayanto bahkan sampai menangis sesegukan.
"Saya di sini mencari keadilan buat anak saya. Karena anak saya sudah yakin tidak melakukannya pak. Anak saya 'sumpah demi Allah mama, saya tidak pernah melakukan seperti itu'," kata Ibu Yulinda.
Advertisement
Mengaku Sang Anak Alami Penyiksaan
Pada kesempatan itu pula, Ibu Yulinda mengaku bahwa sang putra juga mengalami penyiksaan. Dikatakan oleh sang anak bahwa dirinya dipukul dan ditendang saat pemeriksaan.
Hal itu juga dibuktikan dengan ditemukannya beberapa bekas luka pada tubuh sang putra.
"Waktu di BAP, tapi dia itu disiksa pak. Disiksa pak, dia disiksa. Saya lihat bekas lukanya di sini pak, ada bekas sundutan rokok, ada luka clurit," ujarnya menangis sesegukan.
"Anak saya waktu itu berantakan Pak. Kata anak saya dipukul, ditendang waktu di dalam, waktu pemeriksaan. Sebelum pemeriksaan dianiaya dulu pak, katanya polisi (penganiaya) yang menangkapnya," sambungnya.
"Waktu itu saya tidak tega lihat anak saya sampai segitunya pak. Anak saya tidak bersalah sama sekali pak, 'saya tidak tahu' kata Dani. Tidak tahu sama sekali, tidak melakukannya," tambahnya.
Advertisement
Mohon Bantuan ke DPR RI
Lebih lanjut, Yulinda mengungkapkan bahwa Ia mengetahui anaknya ditangkap setelah ditelepon oleh Ibu Kanit. Sedihnya, informasi itu diperolehnya setelah Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sehingga, Ia pun tidak pernah mendampingi anaknya selama BAP berlangsung.
"Saya suruh baca saja, saya tidak kuat juga membacanya pak. Karena anak saya bilang, 'Ma sumpah demi Allah, saya tidak pernah melakukan seperti itu. Tidak pernah. Saya ditekan, saya dipaksa, karena saya disiksa, saya takut mati' kata anak saya," paparnya sembari menangis sesegukan.
"Saya tidak tega lihat anak saya kayak gitu. Saya ke sini pengin mencari keadilan buat anak saya. Karena anak saya kasihan, benar-benar tidak bersalah,"
"Mohon pak, sama semuanya yang di sini, mohon saya memohon untuk mencari keadilan yang seadil-adilnya buat anak saya. Karena anak saya berat banget pak, dituduh membacok. Mohon pak, bantuannya semuanya pak," lanjutnya.