Jenderal Nasution Ditanya Jurnalis Asing Soal TNI & Demokrasi, Gaya Bahasa Disorot

Gaya bahasa Jenderal Nasution saat diwawancara jurnalis asing soal TNI dan demokrasi.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Jenderal Nasution Ditanya Jurnalis Asing Soal TNI & Demokrasi, Gaya Bahasa Disorot
Jenderal Nasution Diwawancara Jurnalis Asing Soal TNI & Demokrasi. Instagram arsip_indonesia ©2023 Merdeka.com

Video wawancara Jenderal Besar TNI (Purn.) A. H. Nasution dengan jurnalis asing, viral di media sosial. Terlihat Nasution memberikan jawaban-jawaban diplomatis mengenai TNI dan Demokrasi Indonesia.

Namun, masyarakat luas justru menyoroti gaya bahasa yang digunakan oleh Nasution. Lantas bagaimana gaya bahasa Jenderal Nasution saat diwawancara jurnalis asing soal TNI dan demokrasi?

Melansir dari akun Instagram arsip_indonesia, Selasa (28/2), simak ulasan informasinya berikut ini.

Video Jenderal Nasution diwawancara oleh jurnalis asing sukses mencuri perhatian publik. Terlihat, Nasution tampak begitu gagah dengan seragam TNI AD miliknya.

"Jenderal Nasution telah menjadi Kepala Staf TNI AD selama tujuh tahun. Bulan Juli kemarin, dia juga ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan. Jenderal, bisakah Anda memberi tahu apa yang Anda pikirkan soal peran dari TNI di negeri ini?," tanya jurnalis asing ini.

"Peran TNI seperti di negeri lain adalah untuk pertahanan. Tapi kita pun memiliki sebuah peran tambahan sebagai kekuatan total dalam pelaksanaan Demokrasi Terpimpin untuk menstabilkan negara kita," jawab Jenderal Nasution.

Nasution diwawancara mengenai TNI. Ia menjelaskan jika fungsi tentara saat itu adalah mengakhiri pemberontakan. Harapannya pun TNI AD bisa melakukannya dalam 2-3 tahun.

"Apa fungsi utama dari tentara pada masa sekarang?," tanyanya."Fungsi utama tentara sekarang adalah mengakhiri pemberontakan. Saya berharap kita bisa melakukannya dalam dua atau tiga tahun. Tapi tentara masih tersubordinasi pada kabinet," jawab Jenderal Nasution.

Pahlawan Nasional Indonesia ini juga ditanya perihal Demokrasi Terpimpin. Khususnya soal posisi partai-partai.

"Di dalam demokrasi terpimpin, bagaimana posisi partai?," tanyanya."Dalam Demokrasi Terpimpin kita masih memberikan ruang pada partai-partai, termasuk partai komunis. Tapi ini adalah kewajiban kita untuk mencegah partai yang mengganti dasar negara kita, Pancasila, yang percaya kepada Tuhan, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi dan keadilan sosial," tutupnya.

Video wawancara Nasution dengan jurnalis asing ini sontak menjadi viral di media sosial. Berbagai komentar pun membanjiri unggahan tersebut. Terlebih, masyarakat luas menyoroti gaya bahasa Nasution yang disebut keren saat berbicara menggunakan Bahasa Inggris.

"Orang jaman dulu banyak petinggi bisa bahasa Inggrisnya bagus bagus ya, di dengernya enak dan berwibawa Dimata dunia, gak kayak sekarang banyak yang gak bisa bahasa Inggris 😂😂 apalagi si..... Blepotan bener 😂," tulis akun nd******."arsip dokumenter yg jarang ditampilkan ke publik," tulis akun hanaak******."Keren kali anda jendral😍," tulis akun noyyexpe******."Jaman dulu pada hebat pejabat bahasa inggrisnya, skrng yaudh lh ntar diserang guanya 😂😂😂," tulis akun soso******."Bahasa Inggris nya jauh lebih terstruktur dibanding zaman ini," tulis akun dilectio******."Mantap pak... saya bangga Indonesia punya mantan KASAD fasih berbahasa asing dan berwibawa seperti pak Nasution👏," tulis akun supriyansyah******.

Video wawancara Jenderal Besar TNI (Purn.) A. H. Nasution dengan jurnalis asing, viral di media sosial. Terlihat Nasution memberikan jawaban-jawaban diplomatis mengenai TNI dan Demokrasi Indonesia. Berikut videonya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Arsip Sejarah Indonesia (@arsip_indonesia)

Halaman Berikutnya Bikin Halaman Rumah Kampung Lebih Hidup: 11 Inspirasi Kebun Bunga
Rekomendasi