Mencengangkan! Arkeolog Temukan Dugaan Mumi Tertua & Berlapis Emas di Mesir

Tim Arkeolog Mesir yang dipimpin oleh Dr. Zahi Hawass melakukan proses ekskavasi dan berhasil menemukan beberapa penemuan arkeologi penting dari Dinasti 5 dan 6 Kerajaan kuno di Mesir.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Mencengangkan! Arkeolog Temukan Dugaan Mumi Tertua & Berlapis Emas di Mesir
Arkeolog Temukan Dugaan Mumi Tertua. Instagram zahi_hawass ©2023 Merdeka.com

Tim Arkeolog Mesir yang dipimpin oleh Dr. Zahi Hawass melakukan proses ekskavasi dan berhasil menemukan beberapa penemuan arkeologi penting dari Dinasti 5 dan 6 Kerajaan kuno di Mesir.

Pada kesempatan tersebut Zahi Hawass mengemukakan beberapa temuan benda kuno yang terpendam di sebuah makam dekat Kairo.

Bukan hanya penemuan berupa benda, para Arkeolog berhasil menemukan mumi kuno yang terpendam dan dilapisi sebuah daun emas.

Menurut penuturan para Arkeolog, Mumi tersebut diduga menjadi Mumi tertua dan terlengkap yang ditemukan di Mesir sampai saat ini. Simak ulasan berikut ini.

Proses ekskavasi dilakukan oleh tim Arkeolog Mesir bekerja sama dengan Dewan Tertinggi Kepurbakalaan di Gisr el-Mudir, Saqqara.

Mengutip situs sciencealert.com, Jumat (10/2), proses ekskavasi tersebut berhasil menemukan sekelompok makam kerajaan kuno milik pendeta kompleks piramida Unas, Khnum-djed-ef.

Makam kedua adalah milik pejabat istana kerajaan bernama Meri. Makam lain yang berhasil ditemukan adalah milik pendeta kompleks piramida Raja Pepi I yang kemungkinan besar bernama Messi.

Arkeolog senior Zahi Hawas dalam unggahan Instagramnya di @zahi_hawass mengungkapkan bahwa selama penggalian itu, dirinya juga menemukan banyak benda kuno seperti jimat, bejana, batu, peralatan sehari-hari, patung dewa, hingga tembikar.

Arkeolog berhasil menemukan lubang sedalam 10 meter yang berisi banyak patung kayu eksotis.

Selain itu terdapat tiga batu yang melambangkan seseorang bernama Fetek. Berdekatan dengan patng, terdapat meja persembahan dan sarkofagus batu yang berisi mumi.

Para Arkeolog juga berhasil menemukan sebuah poros dengan panjang 15 meter. Pada bagian dalam poros terdapat sarkofagus yang terbuat dari batu kapur persegi panjang pada bagian dasar poros tersebut.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr. Zahi Hawass (@zahi_hawass)

Penemuan Sarkofagus tersebut ternyata menguak misteri besar dari pemiliknya yang bernama Hekashepes. Sarkofagus tersebut dalam kondisi disegel menggunakan mortar.

Segel tersebut sama dengan peninggalan Mesir kuno 4300 tahun yang lalu. Pada bagian dalam sarkofagus terdapat Mumi yang seluruhnya berlapis daun emas.

Mumi berusia berabad-abad itu ditemukan di dekat Piramida Bertingkat di Nekropolis Saqqara, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO, Saqqara.

Para Arkeolog meyakini bahwa Mumi tersebut kemungkinan besar menjadi Mumi tertua dan terlengkap yang berhasil ditemukan di Mesir sampai saat ini.

Lebih lanjut, para ilmuwan akan "membuka secara digital" mumi "anak emas" berusia 2.300 tahun menggunakan CT scan.

Pemindaian digital tersebut bertujuan untuk mengungkap bagaimana proses pembalseman kuno menggunakan jimat berharga untuk melindungi orang mati.

Beberapa penemuan kuno yang kembali ditemukan di seluruh Mesir belakangan ini diharapkan dapat menjadi dorongan untuk mempromosikan industri pariwisata di Mesir.

Rekomendasi