Penyebab cerebral palsy bisa terjadi karena adanya masalah selama kehamilan. Cerebral palsy adalah kelainan gerakan, tonus otot, ataupun postur yang disebabkan oleh kerusakan otak yang belum matang dan berkembang.
Secara sederhananya, penyakit ini bisa disebut dengan lumpuh otak yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Gangguan perkembangan otak ini biasaya terjadi saat anak masih berada di dalam kandungan. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran.
Lantas apa sajakah gejala, penyebab, serta cara mengatasi penyakit ini? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari laman Alodokter dan berbagai sumber, Jumat (2/7/2021):
Advertisement
Gejala Cerebral Palsy
Gejala yang ditunjukkan oleh anak penderita cerebral palsy, diantaranya:
- Kecenderungan menggunakan satu sisi tubuh. Misalnya, menyeret salah satu tungkai saat merangkak atau menggapai sesuatu hanya dengan satu tangan.
- Terlambatnya perkembangan kemampuan gerak (motorik), seperti merangkak atau duduk.
- Kesulitan melakukan gerakan yang tepat, misalnya saat mengambil suatu benda.
- Gangguan penglihatan dan pendengaran.
- Gaya berjalan yang tidak normal, seperti berjinjit, menyilang, misalnya gunting, atau dengan tungkai terbuka lebar.
- Otot kaku atau malah sangat lunglai
- Tremor
- Gerakan menggeliat yang tidak terkontrol (athetosis)
- Kurang merespons terhadap sentuhan atau rasa nyeri
- Masih mengompol walaupun usianya sudah lebih besar, akibat tidak bisa menahan kencing (inkontinensia urine)
- Gangguan kecerdasan
- Gangguan berbicara (disartria)
- Kesulitan dalam menelan (disfagia)
- Terus-menerus mengeluarkan air liur atau ngiler
- Kejang
Penyebab Cerebral Palsy
Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa cerebral palsy bisa terjadi karena masalah yang terjadi saat kehamilan. Biasanya, adanya kelainan ini pada anak dapat terdeteksi saat anak mulai berusia 3 tahun. Adapun beberapa penyebabnya seperti:
- Masalah kelahiran prematur
- Tidak cukup darah, oksigen, atau nutrisi lain sebelum atau selama kelahiran
- Cedera kepala yang serius
- Infeksi serius yang dapat memengaruhi otak, seperti meningitis
- Beberapa masalah menurun dari orangtua ke anak (kondisi genetik) yang memengaruhi perkembangan otak
Ada pula beberapa faktor risiko yang meningkatkan anak bisa mengidap cerebral palsy, seperti:
- Ibu mengalami cedera atau infeksi selama kehamilan
- Anak tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam kandungan
- Cedera atau infeksi pada masa awal kanak-kanak
Advertisement
Pencegahan Cerebral Palsy
Lantas, hal apa yang bisa dilakukan oleh calon ibu untuk mencegah risiko cerebral palsy pada anak? Berikut beberapa langkah yang dapat membantu pencegahan cerebral palsy atau terjadinya kelainan perkembangan otak ini pada anak-anak untuk meminimalkan risiko mendapatkan cedera otak, yaitu :
- Mengambil langkah-langkah untuk mencegah kecelakaan
- Pastikan orang tua sudah familiar dengan tanda-tanda penyakit kuning pada bayi baru lahir
- Tahu bagaimana mencegah keracunan timah.
- Jauhkan anak dari orang-orang yang memiliki penyakit menular yang serius, seperti meningitis
- Pastikan imunisasi anak lengkap dan tepat waktu
Pengobatan Cerebral PalsyCerebral Palsy sendiri disebut sebagai salah satu kondisi penyakit yang masih belum bisa disembuhkan secara total. Namun, beberapa perawatan bisa diberikan untuk membantu penderitanya beradaptasi dengan penyakitnya. Langkah perawatan yang bisa dilakukan seperti terapi fisik, terapi okupasi, konseling psikologi, dan operasi.Terapi fisik membantu anak mengembangkan otot yang lebih kuat dan bekerja dengan keahlian, seperti berjalan, duduk, dan keseimbangan. Terapi okupsi akan membantu mengembangkan kemampuan motorik yang baik, misalnya untuk memakai baju, makan, dan menulis. Serta terapi bicara dan bahasa yang membantu anak dengan kemampuan berbicara.