Blender merupakan salah satu peralatan dapur yang hampir setiap hari digunakan untuk membuat jus, smoothie, bumbu halus, hingga adonan makanan. Karena sering bersentuhan dengan berbagai bahan, sisa makanan, minyak, dan aroma dari bahan berbau tajam seperti bawang atau rempah dapat menempel pada tabung maupun mata pisaunya. Jika tidak dibersihkan dengan benar, blender bukan hanya menjadi sumber bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
Banyak orang mengira satu-satunya cara membersihkan blender secara menyeluruh adalah dengan membongkarnya. Padahal, sebagian besar blender modern justru dirancang agar dapat dibersihkan tanpa harus melepas mata pisau atau komponen lainnya. Dengan teknik yang tepat, Anda dapat membersihkan bagian dalam tabung, sela-sela pisau, hingga menghilangkan bau membandel hanya dalam beberapa menit tanpa risiko salah memasang kembali komponennya.
Lantas bagaimana saja cara membersihkan blender tanpa dibongkar agar bersih maksimal dan bebas bau? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (30/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Gunakan Air Hangat dan Sabun Cuci Piring, Lalu Jalankan Blender
Cara paling mudah sekaligus paling efektif adalah memanfaatkan fungsi blender itu sendiri untuk membersihkan bagian dalam tabung. Setelah selesai digunakan, isi blender dengan air hangat hingga sekitar sepertiga atau setengah kapasitas tabung. Tambahkan beberapa tetes sabun cuci piring cair yang mampu mengangkat lemak dan sisa makanan. Pastikan air tidak terlalu panas agar tidak merusak tabung plastik atau menyebabkan perubahan suhu yang ekstrem pada tabung kaca.
Setelah itu, tutup rapat blender dan nyalakan selama sekitar 30–60 detik dengan kecepatan sedang hingga tinggi. Putaran pisau akan menciptakan pusaran air yang mampu menjangkau sela-sela mata pisau, sudut tabung, dan area yang sulit dibersihkan menggunakan spons. Teknik ini sangat efektif menghilangkan sisa jus buah, sayuran, susu, maupun bumbu yang masih menempel.
Setelah proses selesai, buang air sabun, bilas menggunakan air bersih beberapa kali hingga tidak ada busa yang tersisa. Keringkan tabung dalam posisi terbalik agar air dapat keluar seluruhnya. Membersihkan blender segera setelah digunakan juga mencegah sisa makanan mengering dan menjadi lebih sulit dibersihkan.
Advertisement
2. Tambahkan Perasan Lemon untuk Menghilangkan Bau
Jika blender masih berbau meski sudah dicuci, gunakan lemon sebagai pembersih alami. Peras satu buah lemon ke dalam tabung blender, lalu tambahkan air hangat dan sedikit sabun cuci piring. Kandungan asam sitrat pada lemon membantu mengurai minyak, mengurangi bau, sekaligus memberikan aroma segar pada tabung blender.
Nyalakan blender selama sekitar satu menit agar larutan lemon mencapai seluruh bagian dalam tabung. Setelah itu diamkan selama 10–15 menit sebelum dibilas. Waktu perendaman memberi kesempatan bagi asam alami lemon untuk melonggarkan noda dan mengurangi aroma menyengat dari bahan seperti bawang putih, cabai, petai, atau ikan.
Selain efektif menghilangkan bau, lemon juga lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pewangi sintetis. Cara ini aman dilakukan secara berkala, terutama jika blender sering digunakan untuk mengolah bahan makanan dengan aroma kuat.
Advertisement
3. Manfaatkan Cuka Putih untuk Mengatasi Bau Membandel
Cuka putih dikenal sebagai bahan pembersih serbaguna yang mampu membantu menghilangkan bau serta melarutkan kerak ringan akibat sisa makanan. Campurkan satu bagian cuka putih dengan dua bagian air hangat, kemudian tuangkan ke dalam tabung blender. Anda juga dapat menambahkan satu tetes sabun cuci piring agar kemampuan membersihkannya semakin maksimal.
Jalankan blender selama kurang lebih satu menit, kemudian diamkan larutan tersebut selama 15–20 menit. Selama proses ini, cuka membantu memecah lapisan minyak yang menempel pada permukaan tabung maupun sela-sela pisau. Bau tidak sedap yang berasal dari sisa makanan biasanya juga akan berkurang secara signifikan.
Setelah selesai, bilas beberapa kali menggunakan air bersih hingga aroma cuka hilang sepenuhnya. Bila perlu, lakukan satu kali pembilasan tambahan menggunakan air hangat agar blender kembali segar dan siap digunakan untuk mengolah makanan berikutnya.
Advertisement
4. Bersihkan dengan Baking Soda untuk Mengangkat Noda dan Menetralisir Bau
Baking soda merupakan salah satu bahan dapur yang memiliki kemampuan menyerap bau sekaligus membantu mengangkat noda ringan. Campurkan satu hingga dua sendok makan baking soda dengan air hangat di dalam tabung blender. Tambahkan sedikit sabun cuci piring apabila terdapat sisa minyak atau lemak yang cukup banyak setelah mengolah santan, kacang-kacangan, atau bumbu berminyak.
Nyalakan blender selama sekitar 30–60 detik agar larutan baking soda berputar dan menjangkau seluruh permukaan tabung serta sela-sela mata pisau. Setelah itu, diamkan selama 10 menit agar baking soda bekerja melonggarkan sisa makanan yang menempel. Cara ini sangat membantu mengatasi noda kekuningan maupun aroma tengik yang terkadang masih tertinggal setelah pencucian biasa.
Setelah proses selesai, bilas tabung hingga benar-benar bersih menggunakan air mengalir. Pastikan tidak ada residu baking soda yang tertinggal karena dapat memengaruhi rasa makanan pada penggunaan berikutnya. Jika dilakukan secara rutin, cara ini membantu menjaga blender tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang keras.
Advertisement
5. Gunakan Sikat Botol atau Sikat Khusus untuk Menjangkau Sudut Tabung
Meskipun blender dapat dibersihkan tanpa dibongkar, terkadang masih ada bagian sudut tabung atau area dekat mata pisau yang memerlukan bantuan alat pembersih. Gunakan sikat botol dengan bulu yang lembut dan gagang panjang agar dapat menjangkau bagian bawah tabung tanpa harus menyentuh mata pisau secara langsung.
Lakukan penyikatan secara perlahan setelah proses pencucian menggunakan air sabun selesai. Fokuskan pada sudut-sudut tabung, bagian bawah dekat pisau, serta area yang sering menjadi tempat menumpuknya ampas buah atau bumbu. Hindari menggunakan sikat berbahan logam karena dapat menggores permukaan tabung maupun lapisan pelindung pisau.
Teknik ini sangat efektif apabila blender digunakan untuk mengolah bahan berserat seperti nanas, mangga, seledri, atau kelapa. Dengan bantuan sikat, sisa makanan yang sulit dijangkau dapat dibersihkan tanpa perlu membongkar komponen blender sehingga proses perawatan menjadi lebih praktis.
Advertisement
6. Bilas dengan Air Mengalir hingga Tidak Ada Sisa Sabun
Tahap pembilasan sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan kebersihan blender. Setelah selesai dibersihkan menggunakan sabun atau bahan alami seperti lemon, cuka, maupun baking soda, bilas tabung menggunakan air mengalir beberapa kali hingga benar-benar bebas dari busa dan residu pembersih.
Perhatikan bagian bawah tabung dan sela-sela mata pisau karena busa sering tertinggal di area tersebut. Jika masih ada sisa sabun, bukan hanya dapat memengaruhi rasa minuman atau makanan berikutnya, tetapi juga berpotensi meninggalkan aroma yang kurang sedap saat blender digunakan kembali.
Untuk hasil terbaik, lakukan pembilasan terakhir menggunakan air hangat. Air hangat membantu mengangkat sisa minyak yang mungkin masih menempel sekaligus mempercepat proses pengeringan sehingga blender lebih higienis sebelum disimpan.
Advertisement
7. Keringkan Blender dengan Benar Sebelum Disimpan
Setelah dicuci bersih, jangan langsung menutup dan menyimpan blender di lemari. Balikkan tabung blender di atas rak pengering atau lap bersih agar sisa air dapat menetes keluar sepenuhnya. Cara ini membantu mencegah terbentuknya kelembapan yang dapat memicu bau apek maupun pertumbuhan jamur.
Apabila ingin segera menyimpan blender, gunakan kain mikrofiber atau lap bersih yang tidak berbulu untuk mengeringkan bagian dalam dan luar tabung. Pastikan area di sekitar tutup serta bibir tabung juga benar-benar kering karena bagian tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya tetesan air.
Biasakan menyimpan blender dalam kondisi tutup sedikit terbuka apabila tidak akan digunakan dalam waktu lama. Sirkulasi udara yang baik membantu mencegah munculnya aroma tidak sedap akibat udara lembap yang terperangkap di dalam tabung. Langkah sederhana ini juga dapat memperpanjang usia pakai blender sekaligus menjaga kebersihannya.
Advertisement
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membersihkan Blender Tanpa Dibongkar agar Bersih Maksimal dan Bebas Bau
1. Apakah blender aman dibersihkan tanpa dibongkar?
Ya, sebagian besar blender rumah tangga dapat dibersihkan tanpa dibongkar. Menggunakan air hangat, sabun cuci piring, lalu menjalankan blender selama beberapa detik sudah cukup untuk membersihkan tabung dan sela-sela mata pisau. Namun, selalu ikuti petunjuk perawatan dari produsen karena setiap model blender bisa memiliki rekomendasi yang berbeda.
2. Bagaimana cara menghilangkan bau bawang atau cabai pada blender?
Campurkan air hangat dengan perasan lemon atau cuka putih, lalu jalankan blender selama sekitar satu menit. Setelah itu, diamkan beberapa saat sebelum dibilas hingga bersih. Bahan-bahan alami tersebut efektif membantu mengurangi aroma menyengat yang menempel pada tabung blender.
3. Bolehkah menggunakan air mendidih untuk membersihkan blender?
Tidak disarankan. Air yang terlalu panas dapat merusak tabung plastik, memengaruhi karet penyegel, atau menyebabkan perubahan suhu yang ekstrem pada tabung kaca. Gunakan air hangat secukupnya agar proses pembersihan tetap aman dan efektif.
4. Seberapa sering blender perlu dibersihkan secara menyeluruh?
Idealnya, blender dibersihkan setiap selesai digunakan agar sisa makanan tidak mengering dan menempel. Selain itu, lakukan pembersihan yang lebih menyeluruh secara berkala, terutama jika blender sering dipakai untuk mengolah bahan berminyak, berbumbu kuat, atau beraroma tajam.
5. Mengapa blender tetap berbau meski sudah dicuci?
Bau biasanya muncul karena masih ada sisa makanan, minyak, atau kelembapan yang tertinggal di sela-sela mata pisau, tutup, atau tabung. Membersihkan blender segera setelah digunakan, membilas hingga bersih, lalu mengeringkannya secara menyeluruh sebelum disimpan dapat membantu mencegah masalah tersebut.