Isu babi ngepet yang menjadi sorotan berakhir sudah. Babi berwarna hitam itu disembelih warga. Ternyata ada pihak yang sengaja merekayasa kejadian tersebut.
Sebanyak 9 orang diperiksa polisi dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka, yaitu AI (44). Dijelaskan oleh polisi bahwa isu soal babi ngepet merupakan berita hoaks atau bohong.
Nyatanya isu tersebut memang sengaja dikarang oleh tersangka dengan tujuan tertentu. Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Isu babi ngepet di Bedahan Sawangan, Depok yang sempat menggemparkan dan menghebohkan masyarakat ternyata adalah berita hoaks.
"Kami sampaikan bahwa semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks itu berita bohong. Sebenernya yang kejadian itu tidak seperti apa yang diberitakan tiga hari yang lalu. Saya sampaikan, kasus ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada yang Rp1 juta, ada yang Rp2 juta," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, Kamis (29/4).
"Jadi kalau disampaikan sebelumnya babi tersebut ada kalung di leher ikat kepala merah itu adalah bohong. Sekali lagi saya sampaikan bohong tidak benar," tegasnya.
Advertisement
Isu hoaks tentang babi ngepet tersebut sengaja dikarang oleh AI dengan maksud dan tujuan agar dirinya bisa terkenal. Karena AI diketahui merupakan seorang tokoh di kampungnya.
"Tujuan supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokoh lah sebenarnya. Tapi tokoh juga tidak terlalu terkenal supaya dia dianggap saja. Tokoh masyarakat lah," katanya.
Advertisement
Diketahui AI mengarang cerita dengan membuat isu babi ngepet serta membeli babi secara online seharga Rp900 ribu ditambah ongkos kirim Rp200 ribu.
Penyusunan soal isu ini bahkan sudah dirancang dan dipersiapkan sejak satu bulan lalu, tersangka bekerja sama dengan kurang lebih delapan orang membuat cerita dan mengarangnya seolah-olah babi ngepet benar adanya.
"Babinya dibeli online kemudian dirapatkan oleh tim mereka yang berjumlah delapan orang. Seolah-olah mengarang cerita ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki kemudian keduanya pergi naik motor tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan," ungkapnya.
"Ternyata itu adalah rekayasa dari tersangka dan teman-temannya. Lama (perencanaan) karena mereka mengarang cerita dari kehilangan itu dari bulan Maret jadi ada kurang lebih satu bulan," katanya.
Advertisement
Atas tindakannya, AI kini mendekam di sel tahanan dengan jeratann pasal 14 ayat 1 atau 2 UU Nomor 1 tahun 1946. Sebelumnya ia tengah berhasil menggemparkan warga hingga masyarakat di Indonesia yang seolah-olah menceritakan bahwa babi ngepet tersebut benar adanya.
Setelah diselidiki akhirnya babi hutan berwarna hitam yang dicurigai sebagai sosok jadi-jadian tersebut berhasil ditangkap dan sempat menjadi tontonan warga hingga pada akhirnya dimusnahkan dengan cara disembelih serta dikuburkan.
Advertisement
Kapolsek Sawangan, AKP Rio Mikael Lumban Tobing mengaku bahwa pembongkaran kuburan babi ngepet memang sengaja dilakukan setelah adanya dugaan pemindahan kuburan oleh warga. Kuburan babi ngepet itu sebelumnya diletakkan di pemakaman keluarga, namun telah dipindahkan ke lokasi yang tak jauh dari kuburan sebelumnya.
"Iya tadi anggota melakukan pembongkaran karena masih menjadi perhatian masyarakat," ujar Rio, Rabu (28/4) seperti dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Rio berdasarkan laporan warga masih banyak sekali yang ingin melihat kuburan itu. Takut terjadi penularan Covid-19 maka diputuskan kuburan itu dibongkar.
"Iya untuk menghindari kerumunan massa dikhawatirkan menimbulkan penularan COVID-19," papar dia.