Hidup sebatang kara bukanlah perkara yang mudah. Seperti sosok perempuan yang bernama Kartini. Ia merupakan seorang perempuan berjiwa tangguh, terlebih dirinya tinggal sendiri di lahan miliknya yang berada di hutan belantara.
Meski hidup sendiri di tengah alam liar, namun inisiatifnya justru berkembang dengan baik. Ia dapat bertahan hidup dengan bercocok tanam di lahan sekitar rumahnya. Berikut ulasan selengkapnya seperti yang dilansir dari kanal YouTube Musyafa Musa.
Advertisement
Hidup di dalam hutan belantara perbatasan antara Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dengan Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah ia selami hingga 10 tahun lebih. Bahkan, wanita bermental baja ini sudah terbiasa dengan kondisi alam yang ada di sekitarnya.
Terlihat beberapa kali ia bersahabat dengan berbagai hewan liar yang hidup berdampingan dengan wanita yang satu ini.
Advertisement
Kartini mengaku bahwa dirinya terbiasa dengan kehidupan sederhana sejak ia tinggal bersama sang nenek. Ia pun telah memiliki 3 orang anak dari seorang suami. Nahas, sang suami pun telah meninggal dunia.
Advertisement
Kondisi itu tidak menyurutkan api semangatnya. Ia pun rela menafkahi ketiga orang anaknya dan sang nenek dengan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia. Berbagai halangan dan rintangan pun telah ia lewati sebagai pekerja asing.
Ia diketahui pernah mengalami kecelakaan kerja pada saat itu. Meskipun mengalami cidera di bagian kepala, namun ia diberikan keselamatan dan bisa kembali ke kampung halaman dengan baik.
Advertisement
Wanita yang merupakan warga Kota Rembang ini menceritakan awal mula dirinya mendapatkan lahan hingga memutuskan untuk tinggal di hutan belantara.
Ia mengaku bahwa ia tergiur dengan penawaran lahan yang diklaim memiliki prospek keuntungan yang tinggi dengan adanya rumor lahan sekitar akan dibuat pertanian tebu.
"Mendengar itu saya semangat. Ini dulu nggak seperti ini," terangnya.
Advertisement
Usai sah membeli lahan di tengah hutan belantara, ia pun lantas menyadari kondisi lahannya yang banyak ditumbuhi tanaman liar. Ia pun juga menyadari bahwa tenaganya saja tidak mungkin untuk membersihkan seluruh lahan yang telah dibelinya tersebut.
"Itu saya punya uang sekitar Rp 10 juta ya terus itu saya pake biaya babat di sini," ujarnya.
Advertisement
Diketahui Kartini pun berhasil dengan upaya cocok tanamnya. Rupanya dengan lahan yang subur tersebut, ia telah berhasil menanam berbagai macam sayuran hingga buah-buahan yang ia perlukan untuk kebutuhan sehari-hari.
Senyum bahagianya pun kerap nampak di wajahnya ketika ia memetik hasil cocok tanamnya seperti singkong, cabai, jeruk, dan lain sebagainya.
Advertisement
Kartini pun berencana untuk tetap tinggal dan mengasah lahan yang telah membawa berkah bagi dirinya sendiri.
"Ya gitu sih. Saya merasa di sini tenang, nggak ndenger apa. Saya sudah jenuh banget waktu tinggal di tengah-tengah keluarga," ucapnya.
Advertisement
Pada awalnya, perempuan yang teguh ini hidup bersama ketiga anaknya. Namun, kini ketiga anaknya pun telah bekerja di luar kota usai menempuh jenjang pendidikan.
Hebatnya, anak-anak Kartini telah berhasil menempuh pendidikan SMK dan Sarjana. Meski kini ketiga anaknya kerap mengajak sang ibunda untuk ikut tinggal bersama mereka, namun ia tetap bersikukuh untuk tinggal di hutan belantara seorang diri.