Kebahagiaan terpancar dari raut wajah keluarga Berta, seorang pria paruh baya pengemudi ojek online yang mendapat bantuan finansial dari donatur.
Keterbatasan ekonomi membuat Berta harus bekerja keras setiap hari untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarganya termasuk melunasi utang.
Namun, ia belum lama ini mendapat rezeki dari sejumlah donatur yang ingin membantu meringankan bebannya.
Dalam sebuah video unggahan kanal YouTube Abi Fatimah Fahira, Berta menerima sejumlah uang untuk dipakai melunasi utang hingga tabungan keluarganya. Seperti apa kisah Berta selengkapnya? Simak informasi berikut ini.
Advertisement
Kisah pengemudi ojek online bernama Berta benar-benar menyentuh hati banyak orang. Menurut pengakuannya saat ditanya pemilik akun YouTube Abi Fatimah Fahira, Berta dahulu berasal dari orang berada sebelum memutuskan menjadi mualaf.
"Dulu katanya orang kaya bapak? Pas jadi mualaf habis dong pak?"
"Menyesal? Menyesal tidak menjadi seorang muslim?"tanya Abi.
"Enggak menyesal," jawab Berta dengan lantang.
Abi pun menjelaskan keperluannya datang ke rumah Berta. Ia mengaku akan memberikan rezeki kepada keluarga Berta dan mewujudkan keinginan mereka.
"Bapak tahu siapa yang kirim saya ke sini?"
"Pernah enggak dapat pak satu hari (customer)? Kalau enggak dapat terus makan gimana?" tanya Abi.
"Pernah dapat satu," jawab Berta.
Saat ditanya satu keinginan yang ingin diwujudkan oleh keluarga Berta, mereka mengaku ingin melakukan ziarah ke makam orang tua mereka yang lama tidak dikunjungi.
"Kalau ibu saya kasih rezeki dari Allah, karena Allah kirim saya ke sini, Ibu apa keinginannya?" tanya Abi.
"Ziarah makam ibu," jawab istri Berta.
Advertisement
Keinginan keluarga Berta untuk pulang ke kampung halaman untuk ziarah makam orang tuanya akhirnya terwujud. Ia pun bisa bertemu sanak saudara dan menengok makam sang ibunda.
"Alhamdulillah bisa datang ke Magelang, bisa bertemu saudara terutama ke makam ibunda kami," jelasnya.
Namun masalah baru muncul tatkala setibanya ia di Jakarta. Menurut pengakuannya, rumahnya mengalami kebanjiran.
Namun ia tidak mau mempermasalahkannya dan tetap bersyukur dengan apa yang ia terima pada saat itu.
"Alhamdulillah bisa kembali dengan keadaan sehat cuma dikasih hadiah sama Allah SWT waktu pulang ke rumah kami kebanjiran tapi ya masih tetap saja kami senang karena bukan api yang dikirim Allah tapi air," katanya.
"Alhamdulillah sudah saya beresin," ucapnya.
Berta pun menyebut ada sejumlah masalah yang ingin segera ia selesaikan.
"Ada satu (masalah) ini motor, ada satu sangkutan di leasing. Nah itu kan istilahnya motor itu kaki kita. Kalau yang lain mah Alhamdulillah sudah dipenuhi," katanya.
"Yang satu motor, yang kedua makam bunda kami belum diapa-apain masih berbentuk tanah, rencananya mau dipondasi. Mau syukuran pengajian," tambahnya.
Advertisement
Berta mengaku sisa tunggakan motornya mencapai Rp7 juta. Selain itu ia juga masih ada tanggungan biaya kontrakan rumah.
Namun ia berniat ingin melunasi sepeda motor terlebih dahulu agar tidak terlalu menjadi beban.
"Berarti kalau ini dilunasin agak napas bapak?" tanya Abi.
"Napas betul ini," jawab Berta.
Abi pun mengatakan bahwa sejauh ini ada 174 donatur yang secara dermawan memberikan rezeki kepada keluarga Berta.
"Perlu saya sampaikan saat ini jumlah donatur bapak secara keseluruhan bapak dan ibu 174 orang dari Aceh, Papua, sampai ada dari Singapura, Australia," kata Abi.
Lewat donasi tersebut, Abi pun mendapat bantuan untuk melunasi tanggungan kontrakan senilai Rp7,2 juta.
Selain kontrakan, Berta juga diberi tambahan rezeki untuk melunasi motornya senilai Rp7 juta.
"Buat motor Rp7 juta ya pak yah. Iya buat motor bapak ya lunasin sama ibu ya,"
Advertisement
Berta dan keluarganya kembali mendapat bantuan finansial berupa uang tabungan dari donatur senilai Rp15 juta. Uang tersebut digunakan sebagai keperluan sehari-hari hingga tabungan pendidikan sang anak.
Sang istri pun diminta untuk membacakan nominal uang tersebut sebagai hadiah.
"Uang tunai untuk tabungan Rp15.834.009," ucap istri Berta.
"Buat operasional sehari-hari, buat tabungan nyekolahin anak. Jadi total bapak ibu dapat adalah Rp30.034.009 dari 174 donatur. Semua sudah saya serahkan ke bapak ibu," kata Abi.
Tangis haru pun terpancar seketika dari raut wajah kedua pasutri tersebut lantaran impian mereka sudah terwujud sekaligus mendapat bantuan.