Potret Ganteng Panglima TNI saat Muda Bikin Pangling 'Itulah Awal Perjalanan Karir Saya Tumbuh Bersama Prajurit Kostrad'
Saat belia, wajahnya pun penuh dengan coretan loreng, menandakan dia pernah berjuang sebagai tentara sejati di medan perang.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mencatatkan rekam jejak yang begitu apik dalam karirnya sendiri di dunia militer. Kini menjabat sebagai orang nomor satu di TNI, siapa sangka jika jebolan Akademi Militer tahun 1991 itu memiliki jalan berliku sebelum akhirnya menduduki posisi penting.
Seperti pada saat awal dirinya berkarir di militer. Rupanya, Panglima TNI Agus sempat mengabdikan diri bersama prajurit Kostrad. Saat belia, wajahnya pun penuh dengan coretan loreng, menandakan dia pernah berjuang sebagai tentara sejati di medan perang.
Seperti apa potret masa perjuangan Agus Subiyanto di awal karirnya tersebut? Melansir dari berbagai sumber, Senin (10/3), berikut ulasan selengkapnya.
Panglima TNI Nostalgia
Belum lama ini, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berbagi potret lawas dalam akun Instagram pribadinya @91agussubiyanto. Berdasarkan keterangan yang ditulis Panglima Agus, potret tersebut diabadikan di saat awal karir sang jenderal di tubuh TNI AD.
Jejak karirnya mulai terang semenjak Agus dilirik langsung oleh Prabowo Subianto yang kala itu menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328. Agus ditempatkan langsung di Yonif Linud 328 Kostrad bersama para jajaran prajurit lainnya.
Bagi Agus, menjadi prajurit elit di TNI AD usai lulus dari Akmil merupakan suatu kebanggaan tersendiri.
“Sebagai perwira muda infanteri yang belum genap setahun lulus dari Akademi Militer, tentulah sangat membanggakan dipilih langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 saat itu Letkol (Inf) @prabowo untuk bergabung menjadi bagian dari Yonif Linud 328 Kostrad. Setengah tak percaya rasanya, bercampur rasa bangga. Menjadi bagian dari Batalyon ini adalah suatu kehormatan karena saat itu, Batalyon tersebut adalah yang terhebat dengan misi-misi yang dijalankan sangat sulit dan berbahaya,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Bertumbuh Bersama Satuan Kostrad
Bagi Panglima, satuan yang kini bermarkas di Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat itu merupakan tempat bertumbuhnya. Suka duka telah dilewatinya bersama para rekan di medan tempur yang tentu bukan suatu perkara mudah.
“Itulah awal perjalanan karir saya tumbuh bersama prajurit-prajurit Kostrad. Gembira di medan tempur, bersuka cita di medan latihan, di basis dan ditengah-tengah keluarga. Penuh suka dan duka diselimuti rasa syukur disetiap perjuangannya,” sambungnya, demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Unggahan lawas Agus dalam media sosial itu rupanya merupakan momen nostalgia sekaligus menandai perhatian Panglima ke satuan Kostrad yang tengah bertambah usia. Dalam keterangannya, Agus lantas memberi harapan dan doa mendalam bagi masa depan Kostrad.
"Dirgahayu Kostrad. Tingkatkan terus kemampuan dan loyalitas diri sebagai Prajurit Kostrad yang berdisiplin, menguasai ilmu berperang, memiliki fisik yang Prima, handal dalam beladiri dan menembak serta inovatif dalam mengantisipasi berbagai tantangan tugas kedepan yang semakin Kompleks. Kostrad sebagai Satuan Terbesar harus selalu menjadi Panutan. Cakra!” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Banjir Pujian
Potret lawas Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto semasa belia dalam satuan Kostrad sontak mendulang atensi dari kalangan warganet. Banyak pujian hingga dukungan mendalam bagi karir sang jenderal bintang empat tersebut.
“Mantap jenderal, salam hormat,” tulis akun @fikrirasydannaufal
“Sehat selalu dan hormat bangga jenderal,” tulis akun @alfonric
“Gagah sekali bapak saya. Selamat jenderal,” tulis akun @balqis_nazzera18
“Dari Letda sudah berjuang pertaruhkan jiwa dan raga. Sekarang sudah jadi Panglima, semoga Allah selalu memberi kesehatan,” tulis akun @herysampoerno
“Keren pak. Semoga membawa kebaikan dan inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya,” tulis akun @tiok007
“Mantap jenderal,” tulis akun @yancdjuarsa