Pep Guardiola soal Genosida Israel di Gaza: Sangat Menyakitkan, Seluruh Tubuh Saya Terluka!

Pelatih Manchester City Pep Guardiola mengaku ketakutan dengan perang di Gaza saat menyampaikan pidato doktoral.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Pep Guardiola soal Genosida Israel di Gaza: Sangat Menyakitkan, Seluruh Tubuh Saya Terluka!
Pelatih Manchester City Pep Guardiola saat menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Manchester, Senin (9/10). (Manchester City)

Serangan Israel ke Gaza selama 20 bulan terakhir membuat setidaknya 54.880 orang tewas dan lainnya luka-luka, menurut kementerian kesehatan yang dikelola Hamas di wilayah itu.

Peristiwa kelam yang terjadi di Palestina tersebut mendapat perhatian dari pelatih Manchester City Pep Guardiola, saat menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Manchester pada hari Senin (9/6) kemarin.

Dalam pidato yang diunggah akun Instagram @trtworld, Pep mengutarakan isi hatinya melihat peristiwa yang terjadi di Gaza. Dia mengajak semua hadirin merasakan penderitaan masyarakat yang terdampak genosida di Israel.

Pep Guardiola Muram Setelah Man City Gagal Juara Piala FA: Tanpa Satu Trofi pun Musim Ini!
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memegang kepalanya dalam laga final Piala FA 2024/2025 melawan Crystal Palace yang berlangsung di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (17/05/2025) w © 2025 Bola.com

Seluruh Tubuhku Terluka

Pep Guardiola menyampaikan betapa pedihnya ia melihat apa yang terjadi di Gaza. Bahkan ia menggambarkan tubuhnya yang terluka saat melihat genosida di sana.

"Itu sangat menyakitkan, apa yang kita lihat di Gaza. Itu menyakitiku dan seluruh tubuhku," ucapnya.

Mantan pelatih Barcelona itu mengatakan bahwa apa yang terjadi di Gaza tidak semata-mata perang ideologi, namun perlu melihat dari sisi kemanusiaan dan cinta.

"Mari kita selesaikan. Ini bukan tentang ideologi, ini bukan tentang saya yang benar dan kamu yang salah. Ayolah, ini tentang mencintai kehidupan. Tentang kepedulian terhadap sekitarmu," sambungnya.

Hatinya mengaku tersayat saat melihat anak-anak kecil tewas terbunuh karena serangan yang terjadi terus menerus oleh militer Israel.

Dengan tegas, ia mengajak seluruh hadirin merenung tentang peristiwa itu dan harus memberikan perhatian lebih.

"Mungkin kita berpikir apa yang kita lihat anak-anak selama berusia empat tahun terbunuh oleh bom, atau terbunuh di rumah sakit karena tidak ada lagi rumah sakit lainnya, itu bukan ranah kita. Itu jelas, kita bisa memikirkannya."

"Itu bukan ranah kita. Tapi waspadalah, bom selanjutya bisa jadi milik kita. Anak-anak usia empat atau lima tahun selanjutnya adalah kita," tegasnya.

Lamine Yamal Dibandingkan Dengan Lionel Messi, Guardiola: Mustahil!
Lamine Yamal Dibandingkan Dengan Lionel Messi, Guardiola: Mustahil! (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Saya Sangat Ketakutan

Pelatih berusia 54 tahun itu selalu membayangkan sang anak saat melihat anak-anak kecil yang harus menjadi korban kebrutalan Israel.

Menurutnya peristiwa itu tak lebih dari sebuah mimpi buruk yang membuatnya sangat ketakutan.

"Maaf jika aku melihat anakku, Maria, Marius, dan Valentina, setiap saya melihat di pagi hari sejak mimpi buruk itu dimulai sejak dini di Gaza, saya sangatlah ketakutan," jelas Pep.

Pep lantas meminta seluruh orang untuk terus memikirkan apa yang terjadi di Gaza. Selain itu, ia juga meminta agar peristiwa di Gaza tidak diabaikan dan terus disuarakan.

"Mungkin gambaran ini terlihat jauh dari di mana kita tinggal sekarang dan kamu mungkin bertanya apa yang bisa kita lakukan."

"Di dunia yang sering mengatakan kita terlalu kecil untuk membuat perbedaan, cerita itu mengingatkan saya bahwa kekuatan seseorang bukan tentang skala, tapi tentang pilihan untuk tampil, tentang menolak untuk diam atau diam ketika itu sangat penting," pungkasnya.

Rekomendasi