Penampakan Terbaru Makam Nia Gadis Penjual Gorengan, Sering Didatangi Peziarah Sampai Taburan Bunga Tinggi

Berikut penampakan terbaru makam Nia gadis penjual gorengan yang sering didatangi peziarah.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Penampakan Terbaru Makam Nia Gadis Penjual Gorengan, Sering Didatangi Peziarah Sampai Taburan Bunga Tinggi
Penampakan Terbaru Makam Nia Gadis Penjual Gorengan (TikTok abyi_12)

Masih ingat dengan sosok Nia gadis penjual gorengan yang dibunuh dan diperkosa? Hari demi hari telah berlalu. Namun siapa sangka, masyarakat masih banyak yang mengingat akan gadis belia ini.

Terlihat, banyak dari masyarakat yang mendatangi makam Nia untuk berziarah. Saking banyaknya, taburan bunga di makam Nia sampai menjulang tinggi.

Lantas bagaimana penampakan terbaru makam Nia gadis penjual gorengan yang sering didatangi peziarah? Melansir dari akun TikTok abyi_12, Kamis (31/10), simak ulasan informasinya berikut ini.

Pemilik akun TikTok abyi_12 membagikan kondisi terbaru makam Nia si gadis penjual gorengan. Terlihat, kondisi makam Nia sudah berbeda dibanding awal kali dimakamkan.

Makam Nia tampak sudah diperbaiki dengan begitu cantik. Bagaimana tidak, makam Nia terlihat dikijing dengan batu nisan yang telah diganti.

Bukan hanya itu saja, rupanya masyarakat luas masih sering berziarah ke makam Nia. Hal ini terlihat dari kondisi makam Nia yang dipenuhi oleh orang-orang.

Bahkan saking banyaknya peziarah, taburan bunga di makam Nia sampai menjulang tinggi. Dikatakan bahwa banyak dari masyarakat yang rela datang jauh-jauh untuk mendoakan Nia.

"Entah amalan/kebaikan apa yang kamu lakukan di dunia ini Nia 🥹🥀🥀 sampai makammu penuh dengan bunga setinggi ini 🥹🥹🥹🥹," tulisnya dalam video.

"Setiap hari orang-orang berdatangan jauh-jauh buat mendoakan mu Nia 🥹🥹🥀," tambahnya.

Unggahan penampakan terbaru makam Nia gadis penjual gorengan ini rupanya juga mendapatkan atensi luar biasa dari publik. Khususnya di media sosial. Banyak dari mereka yang memberikan doa kepada mendiang Nia dalam kolom komentar.

"Alfatihah Nia Kurnia Sari binti Asril," tulis akun pasukan_rt_04.

"Bunga banyak tandanya banyak yang nabur banyak juga yg doain jgn jauh2 mikirnya dia orang baik pasti nggak mungkin kalo bukan orang baik sampe sebanyak itu yang bawa bunga," tulis akun husnul17398.

"Selagi bunga2 dan daun2 itu masih segar, mereka akan terus berzikir. 😇," tulis akun diydhi.

"Percayalah sebelum bunga itu belum layu bunga itu akan mendoakan orang yang yang meninggal," tulis akun sulthandaffa03.

Polisi telah berhasil menangkap Indra Septiarman (26) pria pengangguran asal Guci, Minang, Sumatera Barat. Indra Septiarman merupakan tersangka pembunuhan dan pemerkosaan Nia Kurnia Sari (18) gadis penjual gorengan.

Penangkapan pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Nia ini terjadi pada Kamis (19/9) pukul 15.00 WIB. Tersangka ditangkap di loteng sebuah rumah kosong.

Atas perbuatantanya, tersangka Indra Septiarman terancam pasal 338 dan atau 351 ayat 3 dan 285 KUHP pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kapolda Sumbar Irjen Suharyono membeberkan kronologi kematian Nia Kurnia Sari. Diawali saat Indra dan beberapa rekannya memanggil korban untuk membeli gorengannya, jumat (6/9) lalu.

"Awalnya pelaku dan teman-temannya memanggil korban untuk membeli gorengan," kata Irjen Suharyono saat jumpa pers di Polres Pariaman, Jumat (20/9).

Berikut rincian kronologi kematian Nia gadis penjual gorengan di tangan tersangka Indra Septiarman:

Jumat 6 September

Pukul 17.00 WIB

Tersangka Indra bersama Heru dan Jailani rekannya melihat korban dari kejauhan

Pukul 17.10 WIB

Tersangka Indra dan rekannya Jailani membeli gorengan korban

Pukul 17.50 WIB

Timbul niat Indra memperkosa korban. Ia menyiapkan tali rafia setelah berpisah dengan teman-temannya.

"Ada niat jahat tersangka untuk mengadang korban. Akhirnya, niat untuk memperkosa itu terjadi. Sudah ada niat, tali rafia dipersiapkan," tuturnya.

Pukul 18.25 WIB

Tersangka melihat korban di Pasar Gelombang sedang berjalan menuju ke rumahnya

Pukul 18.30 WIB

Tersangka menyekap korban dan membawanya untuk diperkosa

"Korban disekap, mulutnya ditutup. Apakah korban pingsan atau meninggal sedang dipastikan ahli forensik," kata Irjen Suharyono.

Pukul 19.30 WIB

Tersangka mengubur korban dan menutupi bekas lubang dengan daun dan ranting.

"Di atas bukit, di situ terjadi peristiwa pemerkosaan. Dibawa lagi jarak 200 meter untuk dimakamkan, kedalaman 1 meter. Kondisi sangat memprihatinkan," kata Irjen Suharyono.

Pukul 20.00 WIB

Tersangka pulang ke rumahnya untuk mengganti pakaian

Pukul 20.30 WIB

Tersangka kembali ke warung M Jailani

Minggu 8 September 2024

Pukul 16.15 WIB

Mayat korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat dan tanpa busana.

Rekomendasi