Musisi Gustiwiw Meninggal Akibat Hipertensi, ini 10 Tanaman Herbal Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah

10 tanaman herbal penurun tekanan darah tinggi alami, dari bawang putih hingga seledri.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Musisi Gustiwiw Meninggal Akibat Hipertensi, ini 10 Tanaman Herbal Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah
Musisi Gustiwiw Meninggal Akibat Hipertensi, ini 10 Tanaman Herbal Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah (Merdeka.com)

Kabar duka tengah menyelimuti dunia hiburan tanah air. Musisi sekaligus komedian muda Gusti Irwan Wibowo alias Gustiwiw meninggal dunia pada Minggu, 15 Juni 2025 kemarin.

Gusti tutup usia setelah sempat terjatuh di kamar mandi saat menginap di Lembang, Bandung, Jawa Barat.

Penyebab meninggalnya pria berusia 25 tahun itu diduga karena tekanan darah tinggi yang memicu gangguan pada jantung. Kondisi kesehatan Gusti itupun langsung menjadi sorotan.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai 'pembunuh senyap' karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya sampai muncul komplikasi serius.

Lalu, bagaimana cara mencegah tekanan darah tinggi? Berikut beberapa tanaman herbal yang diyakini bisa membantu menurunkan tekanan darah yang terlalu tinggi. Simak ulasannya:

Bawang putih (Allium sativum) bukan hanya bumbu dapur yang populer, tetapi juga tanaman herbal yang kaya manfaat. Kandungan allicin dalam bawang putih berperan penting dalam melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bawang putih secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Allicin bekerja dengan merangsang produksi oksida nitrat dalam tubuh, yang membantu relaksasi pembuluh darah.

Kayu Manis

Kayu manis (Cinnamomum verum) adalah rempah aromatik yang sering digunakan dalam berbagai hidangan manis dan gurih. Penelitian menunjukkan bahwa kayu manis memiliki potensi dalam meredakan gejala tekanan darah tinggi, terutama pada penderita diabetes tipe 2.

Kayu manis mengandung senyawa yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan, keduanya dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah.

Pastikan untuk menggunakan kayu manis Ceylon (Cinnamomum verum) yang memiliki kandungan kumarin lebih rendah dibandingkan kayu manis Cassia, karena kumarin dapat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Jahe adalah rimpang yang dikenal dengan sifat anti-inflamasi dan antioksidannya. Jahe bekerja dengan menghambat reaksi kalsium dalam tubuh.

Metode ini mirip dengan cara kerja obat calcium-channel blocker yang sering digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Konsumsi 2-4 gram jahe per hari dapat membantu mengurangi risiko tekanan darah tinggi.

Seledri

Seledri (Apium graveolens) mengandung phtalide, senyawa yang mengendurkan jaringan pada dinding pembuluh arteri. Kalium dan magnesium yang terkandung dalam seledri juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Konsumsi seledri secara teratur dapat membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Anda dapat mengonsumsi seledri mentah sebagai camilan, menambahkannya ke dalam salad, atau membuat jus seledri.

Kumis kucing memiliki efek diuretik alami karena mengandung kalium, membantu ginjal mengeluarkan kelebihan cairan dan garam dari tubuh. Efek diuretik ini dapat membantu menurunkan tekanan darah. Anda dapat mengonsumsi kumis kucing sebagai teh herbal.

Selain kalium, kumis kucing juga mengandung antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kumis kucing juga dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal dan mengurangi peradangan.

Tanaman Herbal Lainnya yang Berpotensi Menurunkan Tekanan Darah

Selain tanaman herbal yang telah disebutkan di atas, ada beberapa tanaman herbal lain yang juga berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Tanaman herbal tersebut antara lain:

  1. Kapulaga (Elettaria cardamomum)
  2. Daun Timi (Thymus vulgaris)
  3. Pegagan
  4. Temulawak
  5. Meniran
  6. Peterseli
Rekomendasi