Seorang perempuan lanjut usia di Bandung harus hidup di rumah mewah terbengkalai. Ia adalah Lauren, yang berusia 76 tahun dan harus merawat suaminya yang mengalami sakit stroke dan satu anak yang mengalami kondisi autis.
Lauren menjadi tulang punggung keluarga dan menafkahi suami serta anaknya dengan berjualan nasi goreng. Kondisi itu terpaksa harus dialami oleh Lauren padahal dahulu ia adalah seorang yang kaya dan hidup berkecukupan.
Diketahui Lauren adalah seorang pengusaha yang dahulu mempunyai rumah serta mobil mewah, sebelum akhirnya usaha yang ia jalankan bangkrut. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Advertisement
Sebuah video yang diunggah oleh channel EKO PEDIA memperlihatkan kehidupan pasangan suami istri lanjut usia yang tinggal di rumah mewah terbengkalai. Ia adalah ibu Lauren dan bapak Lili.
“Ada kisah ibu Lauren yang dulunya kaya raya sekarang hidup memprihatinkan. Beliau usianya 76 tahun sekarang harus kerja keras merawat suaminya yang stroke dan anak satu-satunya yang mengalami autis,” ucap pria pemilik channel EKO PEDIA.
Dari penampakan depan, rumah Lauren masih tampak sangat besar. Lokasinya berada di daerah Jalan Asia Afrika dan berada di ujung gang. Meski begitu, barang-barang di sana tampak sangat berantakan dan seperti sudah tidak terawat lagi.
Di dalam rumahnya, terdapat sang suami, bapak Lili yang memiliki masalah kesehatan, yaitu penyakit stroke. Lili setiap hari hanya bisa berbaring atau duduk di rumahnya tanpa bisa membantu istrinya mencari nafkah.
“Di sini ada bapaknya suami ibu Lauren lagi kurang sehat. Sekarang ini lagu duduk, tapi sempat saya lihat tiduran di sana ya,” lanjutnya.
Advertisement
Demi suami dan anaknya di rumah, Lauren kini menggantungkan hidupnya dengan menjadi seorang pedagang nasi goreng. Setiap hari Lauren menjalankan pekerjaan tersebut seorang diri.
“Maklum, kondisi ibu sekarang dengan usia 76 tahun yang penuh kesibukan yaitu berjualan nasi goreng, untuk menghidupi sang suami yang kurang sehat,” jelas pemilik channel tersebut.
Lauren menjelaskan jika sang suami sudah mengalami sakit selama kurang lebih 10 tahun. Sehingga ia harus berjuang sendirian dan tidak sempat mengurus rumah mewahnya.
Di beberapa bagian, rumah tersebut sudah tidak layak untuk dihuni. Dengan jendela yang rusak, dan barang-barang berdebu di segala penjuru. Meski begitu, Lauren tetap berusaha mencari nafkah meski setiap hari hanya mendapatkan uang sekitar Rp200 ribu.