Selama ini, kita mengenal basmalah ("Bismillah", بسم الله) sebagai kalimat pembuka yang tak terpisahkan dari ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan dan penulisan basmalah ternyata telah ada jauh sebelum kelahiran Rasulullah?
Terungkapnya hal mengenai nabi pertama yang menulis basmalah muncul karena adanya beragam interpretasi terhadap ayat-ayat Al-Quran dan hadits. Beberapa sumber merujuk pada Surat An-Naml ayat 30 sebagai bukti penggunaan basmalah oleh salah satu nabi yang hidup sebelum zaman Rasulullah SAW.
Namun, sumber lain lebih menekankan pada perkembangan penggunaan basmalah dalam konteks wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW dan proses penulisannya oleh para sahabat. Dalam sejarah Islam tercatat, Beliau memerintahkan para sahabat untuk menuliskan wahyu yang diterimanya di berbagai media pada awalnya. Proses penulisan wahyu ini, termasuk penggunaan basmalah, mengalami perkembangan seiring dengan wahyu yang diterima. Lantas, siapa sebenarnya nabi utusan Allah SWT yang menulis lafal basmallah pertama kali? Melansir dari berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Salah satu sumber yang menyebutkan Nabi Sulaiman a.s. sebagai nabi pertama yang menulis basmalah adalah Surat An-Naml ayat 30. Ayat ini menceritakan kisah Nabi Sulaiman a.s. yang mengirimkan surat kepada Ratu Balqis. Dalam surat tersebut, terdapat indikasi penggunaan basmalah sebagai pembuka. Nabi Sulaiman a.s., dikenal sebagai raja yang bijaksana dan memiliki kerajaan yang makmur. Kepemimpinannya yang adil dan kemampuannya berkomunikasi dengan hewan dan jin menjadikannya sosok yang luar biasa dalam sejarah kenabian.
Kehebatan Nabi Sulaiman a.s. tidak hanya terletak pada kekuasaannya, tetapi juga pada kearifannya. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan adil. Kemampuannya berkomunikasi dengan hewan dan jin menjadikannya mampu memimpin kerajaannya dengan baik dan menyelesaikan berbagai permasalahan dengan penuh hikmah. Penulisan surat kepada Ratu Balqis dengan diawali basmalah menunjukkan keimanan dan kesalehannya.
Surat tersebut, yang diawali dengan basmalah, merupakan bukti awal penggunaan basmalah dalam konteks komunikasi resmi antar pemimpin. Hal ini menunjukkan bahwa basmalah bukan hanya digunakan dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam konteks komunikasi dan pemerintahan. Penggunaan basmalah oleh Nabi Sulaiman a.s. menjadi bukti awal penggunaan basmalah dalam sejarah.
Advertisement
Selain mengetahui sosok penulis pertama lafal basmallah, ada baiknya bagi kita untuk senantias mengerti makna mendalam dari salah satu lafal yang banyak dianjurkan untuk dibaca ini. Basmalah, "Bismillah", berarti "Dengan menyebut nama Allah". Kalimat ini mengandung makna yang sangat dalam dan luas. Secara harfiah, basmalah berarti memulai segala sesuatu dengan menyebut nama Allah SWT. Hal ini menunjukkan kebergantungan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT dalam segala aktivitas.
Makna basmalah tidak hanya terbatas pada aspek harfiahnya. Basmalah juga mengandung makna spiritual yang mendalam. Dengan menyebut nama Allah, kita memohon pertolongan dan ridho-Nya dalam melakukan segala sesuatu. Kita mengakui bahwa segala keberhasilan dan kemudahan yang kita peroleh semata-mata karena karunia dan rahmat-Nya.
Basmalah juga menjadi simbol pengakuan atas kekuasaan dan keagungan Allah SWT. Dengan menyebut nama Allah, kita menegaskan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan adalah semata-mata untuk mencari ridho-Nya. Basmalah menjadi pengingat bagi kita agar selalu mengingat Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.
Advertisement
Membaca basmalah memiliki banyak keutamaan. Dalam berbagai kesempatan, membaca basmalah dianjurkan sebagai bentuk permohonan pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. Beberapa keutamaan membaca basmalah antara lain:
- Memperoleh keberkahan dalam segala urusan
- Mendapatkan pertolongan dari Allah SWT
- Terhindar dari bahaya dan kesulitan
- Menjadi perisai dari kejahatan
- Menjadikan amal perbuatan lebih bernilai
Membaca basmalah sebelum memulai suatu aktivitas, seperti makan, minum, bekerja, atau bepergian, merupakan sunnah yang dianjurkan. Hal ini menunjukkan kesalehan dan ketaatan kita kepada Allah SWT. Dengan membaca basmalah, kita memohon kepada Allah SWT agar segala aktivitas kita diberkahi dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik.
Kesimpulannya, meskipun tidak ada kesepakatan tunggal mengenai nabi pertama yang menulis basmalah, kisah Nabi Sulaiman a.s. dan perkembangan penggunaan basmalah dalam wahyu kepada Nabi Muhammad SAW memberikan gambaran yang kaya akan sejarah dan makna lafal suci ini. Basmalah, lebih dari sekadar kalimat pembuka, merupakan simbol pengakuan atas kekuasaan Allah SWT dan permohonan pertolongan dalam menjalani kehidupan. Keutamaan membaca basmalah dalam berbagai kesempatan juga menjadi pengingat akan pentingnya selalu mengingat dan bertawakal kepada Allah SWT.