Keteguhan Hati Putri Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom Israel, 'Tak Ada Alasan untuk Menargetkan Ayah Saya

Dalam suasana duka yang mendalam, putri Dr. Marwan turut angkat bicara di hadapan publik.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Keteguhan Hati Putri Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom Israel, 'Tak Ada Alasan untuk Menargetkan Ayah Saya
dr marwan al sultan bersama keluarganya (X)

Serangan militer Israel di Jalur Gaza kembali memakan korban jiwa, kali ini menewaskan Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan Al-Sultan. Tragisnya, dia tewas bersama dengan istri serta anaknya di gedung apartemen.

Dalam suasana duka yang mendalam, putri Dr. Marwan turut angkat bicara di hadapan publik. Dia mengungkap betapa mengerikannya serangan Israel yang menewaskan kedua orangtua hingga saudara kandungnya sendiri.

Dalam kesempatan tersebut, putri Dr. Marwan menegaskan jika serangan Israel kala itu sama sekali tak bisa dibenarkan. Berikut ulasan selengkapnya.

Putri Direktur RS Indonesia di Gaza Bersaksi

Belum lama ini, putri Dr. Marwan al-Sultan, Lubna Sultan angkat bicara di depan publik selepas sang ayah dinyatakan meninggal dunia dalam serangan Israel beberapa waktu lalu. Seperti yang diungkap kantor berita Al Jazeera melalui akun Instagram @aljazeeraenglish, Lubna mengungkap detik-detik serangan Israel yang nyatanya menargetkan ruangan tempat sang ibu dan ayahnya berada.

Lubna mengaku, seisi rumah dalam kondisi baik-baik saja pasca serangan Israel yang menggunakan misil F-16 terjadi. Namun, ruangan yang menjadi tempat kedua orangtuanya berada justru runtuh dan porak poranda.

“Secara tiba-tiba dalam hitungan menit, sebuah misil F-16 secara langsung menargetkan ruangan ayah saya. Seisi rumah baik-baik saja kecuali ruangan dimana ayahku berada yang langsung dihujani misil Israel,” ungkap Lubna.

Keteguhan Hati Putri Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom Israel, 'Tak Ada Alasan untuk Menargetkan Ayah Saya'
Keteguhan Hati Putri Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom Israel, 'Tak Ada Alasan untuk Menargetkan Ayah Saya' Instagram @aljazeeraenglish

Teguh Hati

Dengan mata yang berkaca-kaca, Lubna bersaksi jika kedua orangtuanya yang sama-sama berprofesi sebagai dokter itu merupakan para martir yang rela berjuang meneguhkan keimanan dalam Islam hingga akhir hayat. Termasuk pula saudara perempuan Lubna, Lamis Marwan al-Sultan yang disebutnya merupakan seorang pembela Islam.

“(Korbannya) ada ayah saya, Dr.Marwan al-Sultan, ibuku Dr. Dhikra Nimr al-Sultan, dan saudara perempuanku satu-satunya Lamis Marwan al-Sultan, mereka adalah seorang martir,” tegasnya.

Mengenang jasa dan pengabdian ayah, Lubna turut bercerita dengan suara yang bergetar. Hingga saat itu, Lubna menegaskan jika serangan Israel yang telah menewaskan orang-orang terkasihnya itu sama sekali bukan hal yang bisa dibenarkan.

“Seluruh hidup ayah saya diabdikan sebagai medis dan berjuang untuk mengobati pasien. Tidak ada pembenaran dan alasan untuk menargetkan ayah saya,” tandas Lubna.

Keteguhan Hati Putri Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom Israel, 'Tak Ada Alasan untuk Menargetkan Ayah Saya'
Keteguhan Hati Putri Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom Israel, 'Tak Ada Alasan untuk Menargetkan Ayah Saya' Instagram @aljazeeraenglish

Keteguhan hati Lubna al-Sultan dalam duka yang mendalam membuat kalangan pengguna media sosial banjir air mata. Banyak di antaranya yang turut menyematkan doa baik bagi keluarga mendiang Dr. Marwan al-Sultan hingga Palestina.

“Ini semakin menakutkan setiap jam berlalu. Tuhan kasihanilah,” tulis akun @sir.forson

“Dunia, dengarlah apa yang terjadi di Gaza,” tulis akun @stpehi_heo

“Hentikan pembantaian di Gaza sekarang juga 😢,” tulis akun @khushnumashazia

“Luar biasa, pria ini dulunya membantu dan menyelamatkan orang, sekarang dia dan keluarganya telah tiada. Israel sedang melakukan Genosida sekarang,” tulis akun @syedaqib._

Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza Tewas

Sebelumnya, kabar mengenai tewasnya Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan Al-Sultan begitu membawa duka mendalam bagi seluruh dunia. Ia gugur bersama istri, anak-anak dan kerabatnya dalam serangan udara yang menghantam gedung apartemen tempat tinggal mereka di kawasan Gaza barat, Rabu (2/7/2025) waktu setempat.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh kantor berita Palestina, WAFA, yang melaporkan bahwa jenazah dr. Marwan dan keluarganya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa. Kehilangan tokoh medis penting ini menjadi simbol dari krisis kemanusiaan yang terus memburuk di wilayah konflik tersebut.

Hingga kini, agresi militer Israel di Jalur Gaza telah merenggut nyawa lebih dari 56.500 warga Palestina, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, 133.419 orang lainnya dilaporkan terluka, menurut data otoritas kesehatan Palestina. Serangan brutal yang menyasar fasilitas kesehatan, permukiman sipil, hingga sekolah ini telah menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemanusiaan internasional. Namun, upaya gencatan senjata belum membuahkan hasil nyata, sementara jumlah korban terus bertambah setiap hari.

Rekomendasi