⁠Demi Biaya Pendidikan Anak di Bangku Kuliah, Wanita Penjaga Warung Rela Menjadi Tukang Pijat

Sebuah video memperlihatkan seorang perempuan yang rela jadi tukang pijat demi anak sekolah.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
⁠Demi Biaya Pendidikan Anak di Bangku Kuliah, Wanita Penjaga Warung Rela Menjadi Tukang Pijat
⁠Demi Biaya Pendidikan Anak di Bangku Kuliah, Wanita Penjaga Warung Rela Menjadi Tukang Pijat (Merdeka.com)

Hal itulah yang dialami oleh seorang perempuan pemilik warung yang sesekali rela menjadi tukang pijat demi mendapatkan uang yang dia cari.

Perempuan itu mengaku bahwa ia sangat terpaksa melakukan pekerjaan tersebut.

Ia menggantungkan hidupnya pada pekerjaan itu agar sang anak bisa tetap kuliah dan menyelesaikan pendidikannya.

Lantas, bagaimana kisah perempuan pemilik warung yang sekaligus rela menjadi tukang pijat tersebut? Simak ulasannya sebagai berikut.

Rela Jadi Tukang Pijat untuk Biaya Anak Kuliah<br>
Dok. Istimewa

Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Pascol TV memperlihatkan seorang perempuan pemilik warung yang sedang menerima tamu laki-laki di tempatnya.

Perempuan tersebut terlihat sedang menjamu tamunya dengan sangat baik.

Mereka kemudian berbincang panjang dan menjelaskan masing-masing latar belakangnya.

Perempuan pemilik warung sekaligus tukang pijat itu pun akhirnya mengaku bahwa ia bekerja di bidang tersebut karena terpaksa.

Perempuan yang tidak diketahui namanya itu kerap berdoa agar diberi kekuatan untuk selalu mencari nafkah demi keluarga.

Terutama anaknya yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta.

“Anak saya juga kuliah di situ, di Jogja. Sekarang semester akhir, makanya saya ada di sini itu karena ya butuh biaya,” ucap perempuan tersebut.

Pernah Alami Usaha Bangkrut<br>
Dok. Istimewa

Selain karena untuk pendidikan sanga anak, perempuan itu pun mengaku bahwa ia pernah mengalami kebangkrutan usaha.

Semua harta yang dimilikinya, termasuk tabungan dan perhiasan langsung habis seketika.

Terlebih, ia adalah seorang istri kedua yang dinikahi oleh suaminya melalui nikah siri.

Sehingga, ia perlu berusaha lebih keras agar dia dan anaknya bisa hidup dengan lebih layak.

“Udah mentok lah itu ceritanya. Bingung, tabungan habis, perhiasan habis, anak masih sekolah. Posisi saya istri kedua lagi,” 

jelas perempuan tersebut.

Meski demikian, perjuangan yang dilakukan oleh perempuan tukang pijat itu tidak sia-sia.

Sekarang sang anak sudah hampir menyelesaikan kuliahnya karena usaha yang dilakukannya saat ini.

“Ya perjuangan saya itu, ya walaupun kayak gini, gak sia-sia. Ya alhamdulillah cukup. Ya Allah sampai kayak gini, demi anak,” lanjutnya.

Rekomendasi