Cerita Rieke Diah Pitaloka Pernah Dirampok di Luar Negeri, Sampai Tidur di KBRI 'Rezeki Janda Saleh

Politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mengaku pernah dirampok saat berada di Stasiun Rotterdam di Belanda.

Thomas
Oleh Thomas - Reporter
Cerita Rieke Diah Pitaloka Pernah Dirampok di Luar Negeri, Sampai Tidur di KBRI 'Rezeki Janda Saleh
Cerita Rieke Diah Pitaloka Pernah Dirampok di Luar Negeri, Sampai Tidur di KBRI 'Rezeki Janda Saleh' (Merdeka.com)

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka menceritakan pengalaman pahitnya saat berada di luar negeri. Politikus PDI Perjuangan itu mengaku pernah dirampok saat berada di Stasiun Rotterdam di Belanda.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pengakuan Rieke diutarakan saat mengobrol dengan Anang Hermansyah dan diunggah di kanal Youtube The Hermansyah A6 belum lama ini.

Rieke Diah Pitaloka bahkan mengaku kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah hingga menginap di kediaman Dubes RI untuk Belanda karena kehabisan uang pasca dirampok.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Memperjuangkan Arsip Nasional di UNESCO
Dok. Istimewa

Kronologi bermula saat Rieke Diah Pitaloka tengah memperjuangkan arsip penting Indonesia untuk bisa masuk ke Memory of The World di UNESCO.

Beberapa peristiwa bersejarah diajukan oleh Rieke ke UNESCO karena dinilai bermanfaat bagi Indonesia.

"Konferensi Asia-Afrika, Pidato Soekarno di PBB, sama Gerakan Non Blok pertama, karena saya kebetulan Duta Arsip Nasional Republik Indonesia kita berjuang untuk Memory of The World, karena ini penting untuk Indonesia untuk Bargaining position," ungkap Rieke Diah Pitaloka

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dirampok Saat Membayar Minuman
Dok. Istimewa

Setelah melakukan pertemuan di Leiden, Rieke mengatakan hendak langsung pergi ke Paris menggunakan kereta melalui Stasiun Rotterdam.

Tujuannya ke Paris adalah untuk bertemu Dubes RI dan perwakilan RI di UNESCO guna membahas Arsip Nasional yang hendak diajukan.

"Saya mau naik kereta abis MoU di Leiden di Rotterdam mau naik kereta ke Paris sendiri untuk ke UNESCO ketemu Dubes RI di Paris ketemu perwakilan RI di UNESCO naik kereta dirampok di Rotterdam," kata Rieke.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kejadian bermula saat Rieke tengah membayar minum di stasiun. Saat lengah, ia kehilangan tasnya seketika saat hendak pergi.

"Jadi uang itu biasa bekas amplop amplop cokelat aku kumpulin aku bisa pergi. Tapi saat itu saya gak pisahin jadi ditaruh di satu tas kerja gitu karena ribet kan sendirian terus rombongan arsip nasional misah ada yang ke beberapa tempat ke Portugal. Karena saya naik kereta mau bayar minum mencet pin gini tas gak ada. Di Stasiun Rotterdam hati-hati. Karena sekarang lagi krisis Eropa," ucap Rieke. "Terus hilang semua tapi paspor untung semua aku keluarin. Kartu kredit, handphone, uang, semua hilang. Nangis di stasiun," tambah anggota DPR RI tersebut.

Menginap di KBRI Belanda
Dok. Istimewa

Rieke Diah Pitaloka mengatakan bahwa jumlah nominal uang yang hilang saat itu setara dengan ongkos umroh.

"Itu sama kaya ongkos aku umroh. Terus aku istigfar gitu. itu gara-gara gak jadi pergi. Terus nginep di KBRI di Dubes R|I untuk Belanda baik banget. Terus nginep di KBRI, dikasih makan, rezeki janda sholeh," lanjutnya. Setelah kembali ke Indonesia, Rieke pun menunaikan ibadah umroh pada saat Hari Kemerdekaan RI ke 88 dalam kalender Hijriah.

Rekomendasi