Orang sukses tak selamanya berasal dari keluarga kaya raya. Kehidupan mereka juga tak melulu berjalan lurus tanpa rintangan. Seperti yang dirasakan oleh anak TNI satu ini. Meski ayah merupakan prajurit TNI, namun dia bukan dari keluarga kaya.
Bahkan pernah merasakan tinggal di bekas kandang ayam. Dia juga diketahui tidak lulus sekolah hingga jenjang tinggi. Alih-alih patah semangat, dia justru bangkit dengan pantang menyerah. Kini, dia berhasil menjadi bos armada bus sukses. Penasaran dengan cerita anak TNI yang tak lulus sekolah ini?
Melansir dari akun YouTube Coach Yudi Candra, Senin (12/7), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Punya 300 Armada Bus
Siapa yang tak mengenal PO Haryanto. Bagi masyarakat yang suka jalan-jalan menggunakan bus, tentu tahu dengan perusahaan otobus satu ini. Direktur Ops PO Haryanto ini menyebut, saat ini sudah ada hampir 300 armada yang melayani masyarakat.
"Sekarang bus berapa mas?," tanya Yudi Candra.
"Jumlah armada? hampir 300an (bus)," kata Rian Mahendra, Direktur Ops PO. Haryanto.
"300 an dan sudah cover daerah mana saja?," tanyanya lagi.
"Saya Madura, Solo, Wonogiri, Jogja, Muria Raya. Muria Raya itu berarti Kudus, Pati, Jepara sampai ke Bojonegoro sama Pekalongan. Ya sejalur tengah Pantura itu Tegal, Pemalang. Se-Jawa lah hampir," paparnya.
Advertisement
Bukan dari Orang Kaya
Tak disangka, Rian sebenarnya bukan berasal dari golongan keluarga kaya raya. Menurutnya, orang-orang yang mengatakan dia dari keluarga kaya karena melihat kehidupannya saat ini. Jika mereka melihat kehidupannya 10-40 tahun yang lalu tentu akan mengatakan hal berbeda."Tapi mas ada yang bilang, Mas itu dari keluarga kaya ya? Bisa punya 300 bus?," tanya Yudi.
"Enggak kata siapa keluarga kaya. Orang sekarang lihatnya sekarang,"jawab Rian tertawa."Kalau mereka lihat aku 20 tahun yang lalu, 30 tahun yang lalu atau 40 tahun yang lalu, ya wassalam mereka," sambungnya.
Advertisement
Anak TNI
Rupanya, Rian merupakan anak dari seorang prajurit TNI. Meski begitu, keluarga Rian juga tidak kaya raya. Bahkan, dia sempat dan pernah tinggal di bekas kandang ayam bersama keluarga. Ayahnya juga menjadi sopir angkutan umum selain menjadi prajurit TNI."Enggak lah, banyak lah sejarah tentang Pak Haji Haryanto. Beliau itu kan TNI, gaji TNI berapa sih orang dia anak petani. Terus aku kecil saja, masih di asrama aku tinggal. Terus suatu saat beliau ada kesempatan buat keluar dari asrama, sampai mau kontrak kontrakan itu enggak bisa Mas," ungkapnya.
"Jadi akhirnya yang dikontrak itu bekas kadang ayam tuh Rp13 ribu dulu sebulan. Itu di pakai tinggal aku, adik ku, sama ibu sama bapak, satu rumah. Di triplekin sama ibu sama bapak," lanjutnya."Bapak itu TNI pagi sampai sore dinas, ntar pulang dinas malam itu sudah tarik angkot. Tarik angkot orang, sampai subuh bawa orang-orang pasar, orang-orang pedagang. Enggak tahu tidurnya kapan, mungkin di dalam angkot kali pas malam. Pagi sudah mulai apel lagi sampai sore, itu terus-terus setiap hari. Sampai punya angkot sendiri," tambahnya.
Advertisement
Tak Lulus Sekolah
Bukan hanya itu saja, Rian juga diketahui tidak lulus sekolah. Pendidikan bos PO Haryanto ini hanya sampai SMP saja. Sebab, saat kelas 1 SMA dia dikeluarkan oleh pihak sekolah. Alih-alih menyerah, Rian justru bisa bangkit hingga akhirnya mampu mengelola bisnis baru sang ayah.
"Sekolah gimana? Beres enggak?," tanya Yudi Candra."Sekolah ini aku lulusan SMP Mas. Karena SMA kelas 1 D.O (Drop Out) aku," jawabnya."Aku dulu agak nakal sama banyak kasus-kasus kekerasan. Jadi akhirnya sekolah enggak selesai. SMA kelas 1 itu aku drop out, di keluarin, terus aku mondok pada saat itu. Mondok di Kediri dari tahun 1998-2003. Terus 2003, bapak sampai punya usaha bus 5 unit, aku mulai berkecimpung di situ pegang operasional. Sejak awal aku sudah bikin jaringan jalur, jaringan agen, jaringan karyawan sampai detik ini," paparnya.
Advertisement
Video Cerita Anak TNI Tak Lulus Sekolah Jadi Bos
Berikut cerita anak TNI tidak lulus sekolah yang kini jadi bos PO Haryanto.