Berkali-kali Gagal Masuk Universitas Negeri di Indonesia, Cewek Bermental Baja ini Dapat Beasiswa Kedokteran di Rusia

Qonata, perempuan bermental baja menceritakan kisahnya saat berjuang mendapatkan beasiswa kedokteran di Rusia.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Berkali-kali Gagal Masuk Universitas Negeri di Indonesia, Cewek Bermental Baja ini Dapat Beasiswa Kedokteran di Rusia
Berkali-kali Gagal Masuk Universitas Negeri di Indonesia, Cewek Bermental Baja ini Dapat Beasiswa Kedokteran di Rusia (Merdeka.com)

Qonata, perempuan bermental baja menceritakan kisahnya saat berjuang mendapatkan beasiswa kedokteran di Rusia.

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kalimat itulah yang rasanya sangat cocok untuk menggambarkan perjuangan seorang perempuan bernama Qonata Putri.

Dia mengumumkan lolos mendapatkan beasiswa kedokteran di Rusia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun, sebelum berhasil seperti sekarang Qonata dipaksa untuk melewati berbagai macam rintangan dan ujian yang sangat berat. Salah satunya adalah ketika ia berkali-kali ditolak oleh berbagai kampus PTN di tanah air.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Penolakan demi penolakan tentu tidak membuat Qonata menyerah. Justru hal itu ia manfaatkan sebagai sebuah motivasi untuk terus berjuang. Simak ulasannya sebagai berikut.

Sebuah unggahan yang viral di media sosial melalui akun @qonataputri memperlihatkan seorang perempuan yang memiliki mental baja. Ia mempunyai cita-cita sebagai seorang dokter akan tetapi harus sedikit terhambat karena penolakan dari beberapa PTN tanah air.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perempuan yang bernama Qonata itu kemudian memutuskan untuk berkuliah di jurusan S1 Keperawatan. Sambil kuliah, ia terus mencari cara agar bisa meraih cita-citanya untuk kuliah kedokteran. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia pun memilih untuk mendaftar di beasiswa Russian Government Scholarship. Sejak saat itu, Qonata sedikit demi sedikit menyiapkan mental, administrasi, dan finansial yang dibutuhkan untuk berkuliah di Rusia dengan beasiswa.

“Aku research dari hal prinsip seperti kurikulum pendidikan, proses perkuliahan dan prospect kerja, hingga hal mendasar seperti dorm dan daily needs. Persiapan aku bagi jadi 3 hal besar; persiapan mental, persiapan administrasi, dan persiapan finansial,” 

tulis Qonata.

Ketiga aspek di atas mulai dipersiapkan oleh Qonata baik-baik. Salah satunya adalah persiapan finansial. Dalam konteks mempersiapkan biaya, Qonata memutuskan untuk menjalani program internship berbayar di Jepang.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setelah 7 bulan di Jepang, perempuan bermental baja itu akhirnya mendapatkan kabar gembira dari Negeri Beruang Putih. Qonata dinyatakan lolos beasiswa untuk kuliah kedokteran di Rusia. Kabar baik itu ia teruskan kepada ayah dan ibunya yang ada di rumah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Qonata akan memulai pendidikannya di Rusia pada bulan Agustus 2024 mendatang. Selain itu, di tahun ini, ia juga sedang menyelesaikan skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana keperawatan.

“Sekarang bulan ke-7 aku di Jepang dan akan menyelesaikan program internship pada bulan Juni 2024. Lalu memulai pendidikan dokter di Rusia bulan Agustus 2024 nanti,” tulis Qonata.

“Selain itu, aku juga sedang menyelesaikan skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana keperawatan yang Insyaallah akan seminar hasil bulan Maret ini,” lanjutnya.

Keberhasilan Qonata tentu tidak terlepas dari perjuangan dan juga doa kedua orang tuanya. Maka dari itu, ia mempersembahkan kesuksesan dirinya menempuh pendidikan kedokteran di Rusia itu kepada ayah dan ibunya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Momen ini aku persembahkan kepada yang terkasih Ibu dan Bapak, aku bersyukur karena kali ini aku bisa memberikan pengumuman kelolosan setelah berkali-kali memberikan pengumuman kegagalan kepada mereka,” tulis Qonata.

Rekomendasi