7 Tahun Kepergian Ustaz Jefri Al Buchori, Abidzar Kenang Pesan Terakhir Sang Ayah
Merdeka.com - Ustaz Jefri Al Buchori lebih akrab disapa Uje. Seorang pendakwah yang begitu terkenang dengan gaya asyiknya memikat hati semua kalangan.
Sudah 7 tahun berlalu Uje berpulang ke pangkuan Sang Ilahi. Sosoknya yang luar biasa masih membekas. Putranya, Mohammad Abidzar Al-Ghifari begitu mengenang pesan terakhir sang ayah.
Ingin tahu pesan apa saja yang disampaikan Ustaz Jefri pada Abidzar? Simak ulasan informasinya berikut ini.
Hal yang Sering Disampaikan
Uje dan putra keduanya memiliki kesukaan terhadap sepeda motor. Kedekatan yang begitu dirasakan oleh Abidzar masih terkenang hingga kini. Salah satu hal yang paling sering disampaikan oleh sang Ayah, menjadi pribadi yang baik.

Channel YouTube Alfie Alfandy ©2020 Merdeka.com
"Harus selalu jadi orang yang baik," papar Abidzar.
"Itu kapan ngomongnya?" tanya Alfie.
"Sering, tiap hari," jelasnya.
Pesan Terakhir
Pria berusia 19 tahun ini masih begitu terngiang dengan pesan terakhir sebelum kepergian sang Ayah. Uje selalu menekankan untuk menjadi orang yang baik, ditanamkan selalu dan yang terakhir.

Channel YouTube Alfie Alfandy ©2020 Merdeka.com
"Kalau pesan yang menuju terakhir?" ujar Alfie.
"Terakhir itu-itu juga. Itu yang selalu ditekani," kata Abidzar.
Ikuti Contoh Rasul
Ustaz Jefri yang pernah mengalami masa suram dengan narkoba ketika muda, akhirnya mampu hijrah dan membimbing keluarganya. Abidzar dan ketiga saudara perempuannya diajarkan untuk bisa mengikuti suri tauladan Rasulullah SAW.
"Jadi orang baik, pokoknya ikut contoh Rasul saja," papar Abidzar.

Channel YouTube Alfie Alfandy ©2020 Merdeka.com
Tetap Baik Bila Dicaci
Sebuah pesan yang berusaha diterapkan dan dijalankan oleh Abidzar dari Uje. Ayahnya ingin Abidzar bisa menjadi sosok yang tetap baik meski dicaci, layaknya Rasul dahulu.

Channel YouTube Alfie Alfandy ©2020 Merdeka.com
"Gimana selalu dicaci maki atau segala macam, tetap harus jadi orang baik," ucap Abidzar.
"Meskipun disakiti?" tanya Alfie yang langsung direspons oleh Abi dengan anggukan menyetujui sembari menutup mata.
Sempat Minta Sepatu
Tepat di hari berpulangnya Ustaz Jefri, Abidzar yang masih duduk di bangku SD itu minta dibelikan sepatu futsal seperti milik temannya. Sore hari sebelum Uje pamit motoran.
"Sore ketemu. Waktu masih SD kan itu, pengen sepatu futsal lihat teman beli sepatu futsal terbaru. Terus maksa ke Abi (Uje), 'Bi mau sepatu futsal', ya sudah sana beli sama Umi," tukas Abidzar.
Sempat Dilarang Pergi
Kala itu Ustaz Jefri sudah sempat dilarang. Abidzar dan Umi tengah mencari sepatu ke sebuah toko besar. Di pertengahan, tiba-tiba Uje telepon pamit mau motoran.

Channel YouTube Alfie Alfandy ©2020 Merdeka.com
"Abi pengen berangkat motoran. Sebelumnya Umi sudah sempat ngelarang soalnya kondisinya memang lagi enggak enak badan kan. Abi maksa," ujar Abidzar.
Pertanda Kurang Baik
Sekitar pukul 11 malam, Abidzar bersama adik keempatnya, Bilal dan Umi masih melihat sepatu. Sembari menonton di kamar Uje, ada telepon masuk dibarengi masuknya kakek ke kamar, isyarat kurang baik muncul di raut wajah keduanya.
"Ingat banget itu jam sebelasan itu masih nonton sama Umi di kamar Abi sama Bilal, bertiga sambil nyari-nyari sepatu. Tengah malam lebih Umi ditelepon dan Ayah O'ong tiba-tiba masuk kamar itu Umi langsung kaget nangis, seakan-akan ayah O'ong sudah tahu," kata Abidzar.
Firasat Menjelang Kepergian
Abidzar yang masih kecil belum begitu memahami situasi yang sebenarnya terjadi. Umi langsung pergi tanpa memberi tahu ataupun pamit. Ketika duduk dengan adiknya, Abidzar tanpa sebab menangis.
Ditenangkan oleh budenya, yang mengatakan bahwa semoga saja kabar yang beredar hanyalah isu belaka.
"Di situ Abi enggak tahu apa-apa, Umi enggak kasih tahu. Cabut ya cabut saja. Tapi hati ngerasa gelisah saja. Mikir ada apa. Akhirnya Abi ke depan. Duduk di sofa sama Bilal. Tiba-tiba nangis, nggak tahu ada asalnya apa, nangis," ungkapnya.
Posisi Badan Uje Masih Hangat
Abidzar akhirnya menyusul ibundanya ke rumah sakit. Dia begitu terkejut, bahwa sang Ayah sudah ditutup dengan kain di ruang UGD. Sempat diminta ibunya untuk memegang ayahnya dan badan memang terasa masih hangat.
"Masuk rumah sakit, sampai UGD lihat sudah ditutupi. Di situ Umi sudah nangis-nangis, marah-marahi dokter. Soalnya kan posisi badan Abi (Uje) masih hangat," papar Abidzar.
Tak Menyangka
Penyanyi sekaligus aktor ini masih belum mempercayai kepergian sang Ayah. Uje dibawa ke ruangan bersama Pipik Dian Irawati, sedangkan Abidzar dan saudara lain menunggu di luar.
"Abi pas masuk UGD cuma lihat dari jauh kayak kaget. Sudah tahu, tapi ah serius, masa secepat ini," ucap Abidzar.
Menyesal Cari Sepatu
Penyesalan yang masih terasa hingga kini. Abidzar merasa seharusnya dulu merengek minta ikut pergi motoran bukan pergi mencari sepatu.
Dia beranggapan, jika memaksa ikut, kemungkinan besar Uje lebih memilih bertahan saja di rumah.

Abidzar dan Umi Pipik ©2020 Merdeka.com
"Ini kalau misalnya gue enggak beli sepatu, gue bisa ikut almarhum. Setidaknya gue bisa ngelarang naik motor gitu. Atau nggak, misalkan ikut secara otomatis bokap, pasti ya sudahlah di rumah saja," imbuhnya.
Sempat Merasa Bersalah
Menyalahkan diri sendiri terucap oleh Pipik dan Abidzar. Keduanya masih merasa bersalah atas kepergian Ustaz Jefri.
"Di situ merasa bersalah banget," ujar Abidzar.
"Umi juga bilang, ini salah gue, ini kalau misal gue enggak beli sepatu, enggak bakal kayak gini, segala macam," tambahnya.
Mengenang Ustaz Jefri
Pada 12 April 2020, ulang tahun sang pendakwah hebat. Abidzar mengunggah enam potret masa lalu Ustaz Jefri. Momen saat masih begitu muda dengan rambut gondrong, ketika bermain dengan anaknya di kasur, dan lain lagi.

Instagram abidzar73 ©2020 Merdeka.com
"Selamat ulang tahun bang bro, gaperlu panjang lebar karna Allah tahu yang dd mau," tulis Abidzar dalam caption Instagram.
Ustaz Jefri Tutup Usia
Uje meninggal dunia saat Abidzar masih duduk di bangku SD. Tepat dua minggu usai perayaan ulang tahun Uje yang ke-40, 26 April 2013 mengalami kecelakan tunggal.

Instagram abidzar73 ©2020 Merdeka.com
Dia menabrak pohon setelah hilang kendali pukul 2 tengah malam waktu setempat, di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Sempat dirujuk ke RS Pondok Indah dan RS Fatmawati, tetapi nyawa tidak terselamatkan. Usai disalatkan di Masjid Istiqlal, Ustaz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak, Tengsin, Jakarta Pusat.
(mdk/kur)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya