Anson Xia, Country Manager Techno Mobile Indonesia mengatakan, fitur NFC di smartphone saat ini begitu diperlukan oleh masyarakat. Terlebih pemakaian pembayaran non tunai meningkat dikala pandemi. Data Ipsos Marketing Summit 2020 mengatakan terjadi adanya kenaikan pembayaran non-tunai di Indonesia sebanyak 44 persen semasa pandemi.
Sementara itu, studi Visa Consumer Payment Attitudes juga menilai demikian. Studi itu menyebutkan sebanyak 6 dari 10 konsumen Indonesia cenderung membawa lebih sedikit uang tunai.
Jumlah itu disebut merupakan yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Proporsi yang sama atau 63 persen konsumen Indonesia juga mengakui semakin jarang berbelanja dengan uang tunai.
Sayangnya, kata Anson, NFC yang canggih ini cenderung tersemat pada smartphone di kelas menengah atau flagship yang di banderol harga diatas Rp. 3 Jutaan. Ini menandakan bahwa tidak semua kalangan mampu menjangkau smartphone berfitur NFC direntang harga tersebut.
"Gen Z sangat identik dengan cashless generation. Menggunakan pembayaran non-tunai menjadi pilihan anak muda karena dinilai lebih praktis, aman, mudah dan efisien," ungkapnya melalui keterangan resmi, Kamis (26/8).
Maka itu, pihaknya siap untuk menghadirkan smartphone berfitur NFC direntang harga Rp 1,5 juta. Ia menyebut, dengan dibanderol harga murah, diyakini dapat menjadi tolok ukur smartphone di kelasnya. Produk terbaru dari TECNO Mobile akan diluncurkan pada tanggal 30 Agustus 2021.
"Kami harap dapat memfasilitasi generasi anak muda untuk dapat mengakses teknologi dengan mudah kapanpun dan dimanapun," jelas dia.