Begini Akibatnya jika Sensor Roket Pesawat Luar Angkasa Terpasang Terbalik, Semua Orang Panik

Kejadian ini menimpa roket Proton-M milik Rusia. Membawa tiga satelit navigasi untuk dikirim ke luar angkasa.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Begini Akibatnya jika Sensor Roket Pesawat Luar Angkasa Terpasang Terbalik, Semua Orang Panik
Begini Akibatnya jika Sensor Roket Pesawat Luar Angkasa Terpasang Terbalik, Semua Orang Panik (Reuters)

Kejadian ini dialami oleh Proton-M milik Rusia. Sebuah video kembali diunggah di media sosial tentang “kelalaian” engineer memasang sensor roket yang terbalik. 

Sensor yang dimaksud adalah sensor angular velocity. Sensor ini fungsinya agar mampu menyeimbangkan diri saat terbang. Kejadian ini terjadi pada 2013 silam.

Mengutip Space, Rabu (11/10), roket tanpa awak tersebut membawa tiga satelit navigasi di dalamnya yang nilainya USD200 juta. Praktis, roket itu membawa 600 ton bahan bakar heptyl, amil, dan minyak tanah. 

Mengutip <i>Space</i>, Rabu (11/10), roket tanpa awak tersebut membawa tiga satelit navigasi di dalamnya yang nilainya USD200 juta. Praktis, roket itu membawa 600 ton bahan bakar heptyl, amil, dan minyak tanah.&nbsp;
© 2023 merdeka.com

Lalu, Apa yang Terjadi?

Karena permasalahan pemasangan sensor, ketika roket itu diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, terjadi ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan itu ternyata berakibat fatal.

Roket yang seharusnya tegak lurus meluncur ke langit, ia tiba-tiba berbalik. Meledak lalu serpihannya menghujam Bumi. 

Dok. Istimewa
© 2023 merdeka.com

Barang muatannya seberat 600 ton yang didominasi bahan bakar tak hanya meledak saja, tetapi sangat beracun.

Bahan bakar yang terbakar mengeluarkan asap beracun, namun para pejabat kala itu mengatakan sebagian awan ledakan tersebut beruntung tertahan oleh hujan di lokasi peluncuran.

“Dari laporan awal, tidak ada kerusakan pada landasan peluncuran 39 atau 24, di dekat area tumbukan; hanya ada kerusakan kecil pada bangunan di dekatnya,”

ujar pejabat di International Launch Services dalam sebuah pernyataan. 

Berikut detik-detik roket Proton-M tiba-tiba berbalik menghujam Bumi akibat sensor terbalik.

Dengan demikian, masalah pemasangan sensor yang terbalik memberikan informasi yang salah pada sistem kontrol penerbangan roket, sehingga ketidakseimbangan pun terjadi.

Dampaknya roket yang seharusnya bekerja sesuai rencana, harus meledak di langit dan berdampak buruk bagi kehidupan di bawahnya karena bahan bakar yang dibawanya beracun.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Perlu diketahui, tiga satelit yang ada di dalam roket itu dimaksudkan untuk bergabung dengan jaringan navigasi Glonass, mitra Rusia untuk sistem GPS Amerika Serikat.

Namun Glonass dilanda masalah, termasuk hilangnya tiga satelit pada bulan Desember 2010 ketika roket Proton lainnya gagal diluncurkan. 

Rekomendasi