Advertisement
Reaksi Manusia Makan Jamur Beracun sebelum Akhirnya Tewas
Ragam jamur ini harus dihindari dikonsumsi
Advertisement
Sebanyak sekitar 10.000 spesies jamur yang setidaknya terekam oleh ilmuwan. Dari 10.000 itu, hanya sebagian kecil beracun. Sebagian kecil ini justru yang terkadang tidak disadari oleh orang-orang. Memetik, memasaknya, lalu meregang nyawa.
Advertisement
Proses untuk meregang nyawa pun tubuh akan bereaksi macam-macam. Berikut adalah jamur-jamur yang tak boleh dimakan dan berbahaya.
Advertisement
Amanita Phalloides
Gejala akan muncul sekitar 6 sampai 24 jam setelah makan. Tubuh akan merasa mual, muntah, diare, dan sakit perut. Biasanya nampak tak mengalami masalah, tetapi setelah beberapa saat akan terlihat hasil yang fatal.
Advertisement
Amanita Muscaria
Gejala muncul hanya dalam 30 menit dan bertahan hingga empat jam. Kandungan asam ibotenat inilah yang membuat jamur Amanita muscaria efektif sebagai insektisida.
Advertisement
Gyromitra Esculenta
Jika memakannya, gejala mungkin akan muncul tujuh hingga 10 jam setelah makan. Rasa mual dan muntah sebagai tanda bahwa tubuh tidak baik-baik saja. Setelah itu muncul sakit perut dan diare. Dalam kasus yang parah, bisa meninggal karena kerusakan hati.
Advertisement
Galerina Marginata
Jamur ini tumbuh di seluruh dunia, dari Kutub Utara hingga Australia, terutama di atas kayu mati. Tapi ini benar-benar beracun. Yang akan diserang oleh racunnya adalah liver Anda.
Advertisement
Cortinarius Rubellus
Jamur ini di awal tidak diketahui berbahaya. Sampai tahun 1972, ketika empat orang di Finlandia memakannya, dua di antaranya mengalami gagal ginjal permanen. Tujuh tahun kemudian, tiga orang di Skotlandia mengira itu sebagai chanterelle. Dua di antaranya membutuhkan transplantasi hati setelah memakannya.