Penganut Bumi Datar Makin Bingung saat Mengunjungi Antartika

Pastor Will Duffy membawa kelompok Bumi datar ke Antartika untuk membuktikan fenomena matahari 24 jam. Beberapa peserta mengakui kekeliruan mereka.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Penganut Bumi Datar Makin Bingung saat Mengunjungi Antartika
Penganut Bumi Datar Makin Bingung saat Mengunjungi Antartika (Ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)

Seorang pastor bernama Will Duffy membawa kelompok penganut teori Bumi datar ke Antartika dalam misi yang disebut "Eksperimen Akhir."

Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa tidak ada penghalang fisik maupun metaforis yang mencegah mereka mengunjungi kawasan tersebut, sekaligus menunjukkan keberadaan matahari yang bersinar selama 24 jam di musim panas.

Fenomena ini, menurut Duffy, tidak mungkin terjadi jika Bumi berbentuk datar.

“Saya menciptakan Eksperimen Akhir untuk mengakhiri perdebatan ini sekali dan untuk selamanya. Setelah perjalanan ini, tidak perlu lagi ada perdebatan tentang bentuk Bumi,” ujar Duffy dalam pernyataan resminya sebelum perjalanan dikutip Futurism, Kamis (19/12).

Selama perjalanan, salah satu penganut teori Bumi datar, Jeran Campanella, mengakui kekeliruannya terkait fenomena matahari tengah malam.

“Kadang-kadang kita salah dalam hidup. Saya yakin sebelumnya bahwa tidak ada matahari yang bersinar selama 24 jam. Namun kini, saya percaya itu memang ada,” ungkap Campanella. 

Meskipun demikian, tidak semua anggota kelompok sepenuhnya yakin. Austin Whitsitt, salah satu peserta, menyatakan masih memerlukan lebih banyak data dari perjalanan tersebut untuk memastikan kesimpulannya.

Bagi Duffy, keberhasilan perjalanan ini lebih dari sekadar membuktikan fakta ilmiah. Ia merasa lega bahwa ia dan kelompoknya berhasil mencapai Kutub Selatan dengan selamat, sembari berharap eksperimen ini dapat mengakhiri perdebatan yang panjang tentang bentuk planet ini.

Rekomendasi