Ahli Siber Beberkan Cara Hindari Spyware Pegasus, Ini Langkah-langkahnya

Perangkat lunak Spyware Pegasus disebut-sebut telah masuk Indonesia. Spyware Pegasus ini dibuat oleh perusahaan keamanan siber dari Israel yaitu NSO Group. Begini cara menghindarinya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ahli Siber Beberkan Cara Hindari Spyware Pegasus, Ini Langkah-langkahnya
Ahli Siber Beberkan Cara Hindari Spyware Pegasus, Ini Langkah-langkahnya. Unsplash/Camilo Jimenez

Perangkat lunak Spyware Pegasus disebut-sebut telah masuk Indonesia. Spyware Pegasus ini dibuat oleh perusahaan keamanan siber dari Israel yaitu NSO Group.

Alat ini begitu canggih. Tak perlu lagi membujuk calon korban untuk mengklik link seperti pada umumnya. Jika sudah berhasil, maka data-data apa saja yang berada di HP korban bisa disedot. Bahkan, duit dalam rekening dapat dikuras.

Apakah ada cara untuk menghindari kemungkinan terkena serangan Spyware Pegasus?

Pratama Persadha, Chairman lembaga Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) mengatakan, selalu ada upaya untuk bisa meminimalisir kemungkinan terkena serangan malware.

"Pada umumya adalah selalu perbarui sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak lainnya dengan patch keamanan terbaru serta hanya install aplikasi dari sumber resmi seperti Google Playstore atau IOS AppStore," ujar Pratama kepada Merdeka.com, Jumat (16/6).

Dilanjutkannya, perlu juga masyarakat melakukan penghapusan aplikasi yang sudah tidak pergunakan lagi.

Kemudian pasang dan perbarui perangkat lunak keamanan yang kuat, jangan mengklik tautan atau membuka lampiran dari email atau pesan yang mencurigakan dan dari sumber yang tidak dikenal atau berisi permintaan yang tidak biasa.

"Jika ragu-ragu terhadap permintaan tersebut kita bisa menghubungi langsung customer service dari institusi yang diakui oleh pihak yang menghubungi kita terkait kebenaran informasi tersebut. Kita juga tidak disarankan melakukan jailbreaking atau rooting dari smartphone yang kita miliki," jelas dia.

Selain itu, diperlukan kesadaran masyarakat tentang ancaman dan cara mengidentifikasi serangan siber.

Misalnya, menghindari mengunjungi situs web yang mencurigakan atau tidak terpercaya terutama yang berisi konten ilegal atau berbahaya.

"Dan tidak sembarangan menghubungkan perangkat kita ke akses wifi gratisan atau layanan pengisi daya gratisan. Kita juga harus melakukan backup data secara berkala sehingga jika terkena serangan malware kita bisa segera melakukan factory reset dan memulihkan data yang sebelumnya. Mengaktifkan pop-up blocker juga bisa menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan karena terkadang malware disebarkan melalui pop-up," terang dia.

Rekomendasi