Mengerikannya Spyware Pegasus, HP Bisa Diretas Hanya Lewat Panggilan WA

Spyware Pegasus adalah sebutan baru dari software peretas yang dikembangkan perusahaan cyber NSO Group asal Israel. Alat ini mampu menembus pengguna iOS ataupun Android tanpa menyentuh atau lewat social engineering.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengerikannya Spyware Pegasus, HP Bisa Diretas Hanya Lewat Panggilan WA
Mengerikannya Spyware Pegasus, HP Bisa Diretas Hanya Lewat Panggilan WA. Youtube/11Alive

Belakangan ini ramai soal spyware Pegasus. Disebut-sebut alat ini sudah masuk Indonesia bertujuan untuk memata-matai HP warga. Laporan ini berdasarkan dari pemberitaan Indonesia Leaks yang dipublikasi oleh beberapa media.

Lalu apa itu Spyware Pegasus? Spyware Pegasus adalah sebutan baru dari software peretas yang dikembangkan perusahaan cyber NSO Group asal Israel. Alat ini mampu menembus pengguna iOS ataupun Android tanpa menyentuh atau lewat social engineering.

Kehadiran perangkat lunak ini diklaim mampu menginfeksi miliaran ponsel yang menjalankan sistem operasi iOS atau Android.

Versi pertama dari perangkat lunak ini ditemukan pertama kali tahun 2016 yang menginfeksi ponsel lewat pesan teks atau email yang berisi tautan berbahaya apabila diklik.

Namun peretas ini terus berkembang selama beberapa tahun terakhir. Mereka tidak butuh lagi tautan yang perlu di klik pengguna, tanpa interaksi apapun, perangkat lunak ini dapat masuk ke perangkat korban.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (15/6), pada 2019 lalu WhatsApp melaporkan bahwa peretas dari NSO ini telah digunakan untuk mengirim malware ke lebih dari 1.400 ponsel hanya dengan melakukan panggilan WhatsApp ke perangkat target.

Terlepas dari target akan menjawab panggilan itu atau tidak, kode Pegasus berbahaya tetap dapat terinstal di telepon.

Contoh kasusnya sendiri tidak hanya berasal dari email atau WhatsApp saja. Diketahui NSO juga mulai menyerang iMessage Apple.

Bahkan menurut penelurusan yang dilakukan oleh Claudio Guarnieri, orang yang menjalankan Lab Keamanan Amnesty International Berlin, ia menemukan bahwa penyerangan peretas ini mulai masuk lewat jaringan baru yang berkaitan dengan aplikasi Foto dan Musik Apple.

Jika perangkat lunak ini berhasil terinstal di ponsel target, maka Pegasus dapat memanen sangat banyak informasi hingga mengekstrak beragam file.

Mulai dari Teks pesan, riwayat panggilan, kalender, email, hingga riwayat penelusuran internet. Semuanya dapat mereka akses dengan mudah.

Reporter magang: Safira Tiur Margaretha

Rekomendasi