Pada tahun 1990-an, beberapa pakar teknologi di sebuah perusahaan Kanada bernama Research In Motion (RIM), bekerja di ruang kantor yang sempit di Waterloo, Ontario. Mereka bekerja di bawah kepemimpinan pendirinya Michael Lazaridis dan CEO-nya Jim Balsillie.
Tepat sekitar pergantian abad, mereka menciptakan perangkat genggam berkemampuan internet yang dilengkapi dengan keyboard lengkap. Hasil kreasi inovasinya itu sukses. Terobosannya itu mereka beri nama BlackBerry yang hadir pada 2002.
Jika produk lain disebut-sebut gagal menyematkan fitur email di HP, tapi tidak dengan BlackBerry. Oleh sebab itu, teknologi canggihnya tersebut dijuluki "CrackBerry". Julukan itu pantas didapatkan karena betapa cepatnya dunia menjadi kecanduan gara-gara BlackBerry.
Para ahli mengatakan, perangkat email BlackBerry bisa sangat membuat ketagihan sehingga pemiliknya mungkin perlu ‘disapih’ dengan perawatan seperti kepada pengguna narkoba. Mereka mengatakan gadget palmtop, yang dijuluki 'crackberry' karena pengguna dengan cepat kecanduan, bisa sangat merusak kesehatan mental.
Hal itu dibuktikan dengan riset yang dilakukan Rutgers University School di New Jersey, Amerika Serikat pada 2006. Riset itu menyebut Blackberry memicu peningkatan kecanduan email dan internet, dengan penderita hanya dapat bertahan beberapa menit tanpa memeriksa email baru.
Salah satu tanda utama seorang pengguna kecanduan adalah jika mereka fokus pada Blackberry serta mengabaikan orang-orang di sekitarnya. Ditambah lagi, kala itu beberapa artis dunia menggunakan perangkat tersebut, seperti koki Gordon Ramsay, pemain sepak bola Freddie Ljungberg dan model Lizzie Jagger.
Di sisi lain, bagi para pebisnis saat itu adanya ponsel yang bisa mengakses internet dan email, memungkinkan mereka dapat membalas surat elektronik di mana saja.
"Namun efek kecanduan ponsel justru bisa 'menghancurkan'. Kecanduan teknologi sama-sama merusak kesehatan mental pekerjanya," kata Profesor Gayle Porter yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari laporan DailyMail di 2006, Senin (15/5).
Hal senada juga diutarakan oleh Anthony Grant pada tahun 2008. Direktur Unit Psikologi Pelatihan dari Universitas Sydney ini kerap menemukan pasiennya yang kecanduan BlackBerry-Checking. Istilah di mana orang bolak-balik mengecek ponsel BlackBerrynya kala itu.
"Ini adalah praktik yang berkembang di banyak lembaga keuangan di mana Blackberry disita dalam rapat dan dimasukkan ke dalam kotak, dan orang-orang menjadi sangat cemas tentang hal ini. Cukup menyakitkan ketika HP itu dibawa pergi," kata dia.
"Pertukaran informasi yang tak henti-hentinya, telah menjadi faktor utama yang meningkatkan stres di tempat kerja," tambahnya seperti dilansir dari The Economic Times.
Jadi secara tak langsung, BlackBerry merupakan HP pertama yang membuat orang-orang kecanduan ponsel hingga saat ini. Sepakat?