Untuk kategori gunung, Everest bisa dibilang sebagai pemimpin dengan tinggi 5,4 mil (8,8 kilometer) di atas permukaan laut. Setelah Everest, yang tertinggi kedua adalah K2, yang menjulang 5,3 mil (8,6 km) di atas permukaan bumi. Namun apakah ada gunung yang mampu tumbuh melebihi Everest? Seberapa tinggi mereka bisa tumbuh di Bumi?
Gene Humphreys, seorang ahli geofisika dari Universitas Oregon, mengatakan bahwa secara teori, sebuah gunung bisa "sedikit lebih tinggi dari Everest,", meskipun hanya mengejar 1 mil atau sejauh 1,6 km saja. Namun untuk mencapai hal itu, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam pertumbuhannya.
Misalnya, karena tarikan gravitasi Bumi, tumpukan batu apa pun yang tumbuh menjadi gunung akan mulai membungkuk, "seperti segumpal adonan roti perlahan akan rata ketika diletakkan di atas meja," kata Humphreys, dilansir dari LiveScience, Rabu (26/4).
Proses aktif, seperti erosi, juga membantu menjaga gunung agar tidak tumbuh terlalu tinggi. Gletser, blok besar es yang bergerak perlahan, pandai untuk menghambat pertumbuhan gunung. Erosi glasial menciptakan sisi gunung menjadi curam yang kemudian rentan terhadap tanah longsor.
Efek erosi dan gravitasi menunjukkan bahwa “semakin besar gunung, semakin besar tekanan yang diciptakan oleh gravitasi dan semakin kuat kecenderungan untuk runtuh," kata Humphreys.
Meskipun Gunung Everest mungkin bisa tumbuh lebih tinggi namun sisi selatannya yang curam tampaknya tidak stabil, yang mungkin dapat menyebabkan tanah longsor. Gunung yang diperkirakan mampu mengejar tinggi Everest adalah gunung yang terbentuk dari proses vulkanik, seperti kepulauan Hawaii.
Lava yang mengalir keluar dari gunung berapi mendingin berlapis-lapis, membangun gunung berapi lebih tinggi dan lebih tinggi. Persis seperti kasus gunung tertinggi tata surya, Olympus Mons pada Mars.
Olympus Mons Mars terbentuk karena proses vulkaniknya. Dia mampu menjulang hingga 16 mil (25 km), sampai mampu menyentuh bagian atas atmosfer Planet Mars. Olympus Mons terbentuk di atas titik panas yang berulang kali meletus. Sama seperti Kepulauan Hawaii, lava yang meletus itu akan mengalir menuruni sisi gunung dan mendingin menjadi lapisan batu baru.
Meskipun Kepulauan Hawaii juga terbentuk di atas titik panas, lempeng Pasifik terus bergerak, membuat pulau-pulau itu tidak akan tinggal di sana cukup lama. Sehingga sulit membuat gunung berapi Hawaii menjadi sebesar gunung Olympus Mons.
Namun, ilmuwan astronomi dari Universitas Purdue di Indiana, Briony Horgan mengatakan gunung tetap memiliki batasan untuk tumbuh. Menurut Horgan, jika gunung berapi masih aktif, kemungkinan besar itu mendekati akhir pertumbuhannya.
Jadi meskipun ada ribuan gunung berapi yang masih aktif di atas permukaan Bumi ini, hal itu tidak menjamin bahwa mereka mampu tumbuh melampaui tinggi Everest.