India berencana ingin mempromosikan drone buatan lokal. Sehingga, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk melarang hampir semua impor drone. Hal itu disampaikan oleh Kementerian Perdagangan dan Industri India dikutip dari The Register, Senin (14/2).
Meski begitu, India masih memberikan kelonggaran terhadap komponen drone maupun drone yang digunakan untuk tujuan penelitian, pengembangan, pertahanan, dan keamanan. Syaratnya harus mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri.
"Itu membuka kemungkinan bahwa perusahaan drone India dapat menambah nilai dengan menciptakan desain asli menggunakan komponen impor. Impor semacam itu dapat memudahkan perusahaan drone domestik untuk memproduksi mesin yang kompetitif, dan bagi Kementerian untuk mewujudkan visinya tentang India sebagai pusat manufaktur dan pengoperasian drone pada tahun 2030," tulis The Register.
India melakukan kebijakan ini sebagai bagian besar dari masa depannya – dalam peran termasuk pengiriman, membantu petani mengelola lahan atau menyemprot tanaman, atau menggunakan foto udara dan alat pemantauan untuk beragam aplikasi.
Untuk memanfaatkan booming drone di masa mendatang dengan cara yang hemat biaya, dan sejalan dengan upaya swasembada Aatmanirbhar Bharat India.
Pembuat drone India saat ini sedang mengembangkan drone angkat berat pertama di negara itu. Nantinya, mesin itu mampu membawa hingga 150 kg kargo hingga 150 km. Banyak jalan di India yang terkenal terbelakang, sehingga drone kargo dapat memangkas waktu pengiriman, menjadikan e-commerce lebih umum dan lebih mudah diakses ke daerah pedesaan.
Agustus lalu, Kementerian melonggarkan persyaratan untuk kendaraan udara tak berawak – termasuk mengurangi biaya dan menghapus persyaratan izin keamanan untuk memiliki lisensi drone. Kemudian menyetujui skema insentif untuk drone dan komponen dengan anggaran keseluruhan 1,2 miliar (USD16,3 juta) selama tiga tahun.