LinkedIn Putuskan Hengkang dari Tiongkok

Platform jejaring sosial yang berorientasi pada profesional dan dunia kerja, LinkedIn, memutuskan menutup layanannya di Tiongkok.

Rita
Oleh Rita - Reporter
LinkedIn Putuskan Hengkang dari Tiongkok
LinkedIn. ©2014 Merdeka.com/www.forbes.com

Platform jejaring sosial yang berorientasi pada profesional dan dunia kerja, LinkedIn, memutuskan menutup layanannya di Tiongkok.

Hal itu disampaikan LinkedIn dalam pengumuman oleh Mohak Shroff, Senior Vice President of Engineering LinkedIn, di blog perusahaan, dikutip Sabtu (16/10).

Layanan milik Microsoft ini mengatakan, mereka sadar bahwa operasional LinkedIn versi Tiongkok harus patuh terhadap persyaratan pemerintah tentang platform internet.

"Meskipun kami sangat mendukung kebebasan berekspresi, kami mengambil pendekatan ini demi menciptakan nilai bagi member kami di Tiongkok dan seluruh dunia," tulis perusahaan itu.

LinkedIn mengatakan, strategi mereka berhasil mengoperasikan layanannya di Tiongkok selama tujuh tahun terakhir dan membantu pengguna untuk menemukan pekerjaan, berbagi, sembari tetap mendapatkan informasi.

Namun, mereka mengaku belum menemukan tingkat keberhasilan yang sama dalam aspek sosial yang lebih besar, yaitu berbagi dan tetap mendapat informasi.

"Kami juga menghadapi lingkungan operasi yang jauh lebih menantang dan persyaratan kepatuhan yang lebih besar di Tiongkok," tulis LinkedIn.

Faktor-faktor tersebutlah yang membuat LinkedIn memutuskan untuk mencabut layanan utama mereka di Tiongkok di akhir tahun ini.

Sebagai gantinya, Microsoft menyatakan akan membuka platform pekerjaan baru penerus LinkedIn untuk warga Tiongkok yaitu InJobs, yang akan diluncurkan juga di akhir tahun ini.

"InJobs tidak akan menyertakan umpan sosial atau kemampuan untuk berbagi unggahan atau artikel," jelas perusahaan.

Selain itu, Microsoft juga mengatakan akan terus bekerja sama dengan dunia bisnis Tiongkok untuk membantu menciptakan peluang ekonomi.

"Keputusan ini sejalan dengan komitmen kami untuk menciptakan peluang ekonomi bagi setiap anggota tenaga kerja global," kata pihak LinkedIn.

Mengutip AP News, regulator Tiongkok dikabarkan tengah meningkatkan langkah yang lebih tegas terhadap sektor internet.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Giovani D. Prasasti

Rekomendasi