Ekosistem Jadi Kunci Percepatan Pemerataan Akses 5G

Vice President Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal menyebutkan layanan 5G bisa dinikmati seperti 4G, pada dasarnya tak perlu waktu yang lama seperti teknologi pendahulunya. Kuncinya adalah ekosistem 5G yang sudah terbangun, akan mempercepat penetrasi teknologi ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ekosistem Jadi Kunci Percepatan Pemerataan Akses 5G
Ilustrasi BTS. ©2015 Merdeka.com/fauzan

Vice President Ericsson Indonesia, Ronni Nurmal menyebutkan layanan 5G bisa dinikmati seperti 4G, pada dasarnya tak perlu waktu yang lama seperti teknologi pendahulunya. Kuncinya adalah ekosistem 5G yang sudah terbangun, akan mempercepat penetrasi teknologi ini.

"5G butuh waktu lebih singkat lagi untuk capai total populasi. Hal ini terutama dengan dukungan teknologi, seperti spectrum sharing agar 5G bisa dimanfaatkan bersama 4G," kata Ronni saat konferensi pers virtual peluncuran 5G Indosat Ooredoo di Jakarta, Kamis (26/8).

Berbeda kala jaringan 2G diperkenalkan. Kata Ronni, butuh waktu lebih dari 10 tahun untuk bisa menjangkau 90 persen populasi Indonesia. Sementara 3G, terbilang agak cepat dibandingkan 2G. Hal ini kemungkinan dilatarbelakangi munculnya smartphone.

"Begitu juga dengan 4G yang butuh waktu lebih pendek, dibanding 3G, untuk bisa digunakan oleh populasi luas seperti saat ini," ungkap dia.

Sementara itu di kesempatan yang berbeda, Denny Setiawan, Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo mengatakan terdapat sebanyak 5 aspek yang sedang digodok pemerintah untuk mendorong percepatan 5G secara nasional. Lima aspek itu adalah regulasi, spektrum, infrastruktur, model bisnis, serta perangkat dan talenta digital.

"Ini perlu disiapkan secara parael untuk bisa mendapatkan manfaatkan 5G yang tepat sasaran. Ini sudah disiapkan sejak setahun lalu dibantuk mulitstakholder," jelas dia saat acara di sebuah stasiun televisi.

Rekomendasi