Perusahaan rintisan (startup) asal Yogyakarta, Titipku, meraih pertumbuhan omzet lebih 700 persen sepanjang 2020. Pertumbuhan itu didukung kenaikan transaksi per bulan yang rata-rata mencapai 80 persen bulan.
Faradhita Delicia, Chief Marketing Officer Titipku, menjelaskan pada tahun lalu kami fokus memperbanyak UMKM masuk ke aplikasi Titipku, supaya banyak dagangan tersedia. Dan pada tahun ini, karena toko onlinenya juga sudah siap, kami mencari pembeli.
“Sembako dan sayur-mayur menjadi produk yang paling laris di Titipku. Masyarakat banyak mempercayakan kebutuhannya untuk dibelanjakan oleh Titipku, sementara mereka bisa menjaga jarak dengan tetap berada di rumah selama masa pandemi Covid-19,” kata Dhita dalam rilisnya pada Merdeka.com, Senin (4/1).
Dia menjelaskan, wilayah Kelapa Gading di Jakarta menjadi area dengan transaksi terbanyak, selain DI Yogyakarta. Hal ini menjadi alasan Titipku akhirnya mendirikan kantor cabang di Kelapa Gading pada awal Desember lalu.
Selama 2020, Titipku juga berhasil menambah 31.323 pedagang yang masuk ke Titipku. Ini berkat 7.423 penjelajah atau orang yang membantu memasukkan pedagang ke Titipku.
Tingginya transaksi di Titipku juga tak lepas dari pelayanan Jatiper, yakni para kurir Titipku. Pembelian produk sesuai pesanan dengan kualitas baik, pengantaran yang tepat waktu, dan garansi penggantian produk jika produk yang terbeli tidak sesuai atau rusak, membuat konsumen nyaman berbelanja bahkan loyal.
Chief Executive Officer Titipku Henri Suhardja mengakui pandemi membuat omzet pedagang pasar dan UMKM turun sampai tersisa 40 persen saja. Pelaku UMKM konvensional yang notabene sudah berusia lanjut, kesulitan menggunakan platform digital. Titipku dengan konsep 'hyperlocal' menjadi solusi untuk bagi mereka dalam marketing dan distribusi.
Advertisement
Buka Area Layanan Baru di 2021
Titipku bukan hanya aplikasi belanja di pasar. Namun, konsumen juga bisa berbelanja di aneka pedagang, mulai dari toko kelontong, pedagang pasar, toko kosmetik, pedagang kaki lima, hingga restoran. Konsumen yang memiliki usaha kuliner juga bisa memesan kemasan food grade di Titipku.
"Rencana di 2021, Titipku akan mempersiapkan pembukaan area layanan baru sembari meningkatkan pelayanan di DKI Jakarta dan Yogyakarta. 2021 akan menjadi momentum untuk berlari lebih kencang karena Titipku sudah menyiapkan sistem dan layanan bagi UMKM dan masyarakat untuk bertransaksi lebih cepat dan nyaman,” katanya.
Saat ini Titipku sudah membentuk 47 pasar digital yang berisi 1.219 pedagang. Ke-47 pasar digital tersebut adalah pasar tradisional yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Titipku percaya bahwa potensi untuk digitalisasi UMKM masih sangat besar. Bersama semua masyarakat kita dukung UMKM naik kelas dengan digital. Ekonomi Indonesia akan semakin cepat pulih ketika UMKM pulih. Karena UMKM adalah kita,” pungkas Henri.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374690/original/012957500_1792059841-LC_BINUS_BKS_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4121708/original/031333200_1660292093-pexels-anton-4132538.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371708/original/017270600_1791800205-Foto_1__16_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9370419/original/085288800_1791620451-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9370424/original/041698400_1791621253-Foto_1.jpeg)