Kehadiran perusahaan Indonesia di pasar internasional menjadi salah satu jalan untuk memperluas peluang di sektor digital. Hal ini terlihat dalam kunjungan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid ke kantor PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), perusahaan internasional di bawah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), di Los Angeles, Amerika Serikat. Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan bisnis dan infrastruktur Telin dalam menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital dunia.
Dalam pertemuan bersama CEO Telin Abdul Rahman Ansyori dan jajaran manajemen, Meutya membahas penguatan infrastruktur digital, pengembangan kemitraan strategis, serta peluang memperluas hubungan Indonesia dengan pusat ekonomi dan teknologi internasional. Sinergi pemerintah dan industri dinilai penting agar perusahaan Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam persaingan global.
“Indonesia tidak bisa berjalan sendiri di tengah perkembangan ekosistem digital global. Kita harus terus terhubung, membuka ruang kolaborasi, dan memastikan Indonesia menjadi bagian aktif dari perkembangan teknologi dunia. Karena itu, kami mendorong perusahaan-perusahaan Indonesia untuk semakin hadir di pasar global, membangun kemitraan strategis, serta membawa peluang, teknologi, dan investasi kembali ke Indonesia. Telin adalah salah satu contoh bagaimana perusahaan Indonesia dapat menjadi jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan dunia,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid.
Sejalan dengan amanat tersebut, CEO Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan bahwa, Telin terus bertransformasi guna memperkuat kapabilitasnya sebagai perusahaan konektivitas global. Telin kini semakin memperluas fokusnya dari konektivitas konvensional point-to-point menuju pengembangan koridor konektivitas yang lebih luas, yang menghubungkan bisnis, masyarakat, dan ekosistem digital di berbagai pasar melalui infrastruktur yang terintegrasi.
“Kami terus berkembang, dari sekadar menghubungkan titik menjadi menghubungkan koridor, sehingga menciptakan jembatan digital yang lebih kuat antara Indonesia dan dunia,” pungkas Ansyori.
Perkembangan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis Telin. Sepanjang 2019 hingga 2025, pendapatan perusahaan meningkat sekitar 1,6 kali lipat, sementara laba bersihnya tumbuh sekitar lima kali lipat. Capaian ini mencerminkan perkembangan usaha Telin di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas lintas negara.
Advertisement
Jaringan Global Buka Peluang Kemitraan
Telin terus membangun kerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi terkemuka dan mendukung kebutuhan konektivitas di Amerika Serikat, Indonesia, serta pasar internasional lainnya. Jaringan tersebut menjadi modal untuk mempererat hubungan dengan pelaku industri global sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara.
“Kehadiran global kami, khususnya di Amerika Serikat, memungkinkan kami membangun hubungan yang lebih erat dengan para pemain teknologi terdepan, memperluas kemitraan strategis, serta menciptakan peluang konektivitas yang mendukung pertumbuhan Indonesia dan ekosistem digital yang lebih luas,” tambah Ansyori.
Menteri Komunikasi dan Digital juga menyampaikan apresiasinya terhadap peran Telin dalam memperkuat kehadiran digital Indonesia di tingkat global melalui pernyataannya, “Bridging Indonesia to the Global Stage. Proud to see Telin driving our digital sovereignty forward from Los Angeles.”
Pertemuan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama pemerintah, industri, dan pelaku teknologi global dalam mengembangkan kemampuan digital Indonesia. Jangkauan perusahaan nasional di pasar internasional dapat membuka ruang untuk kemitraan baru, pertukaran teknologi, dan investasi yang berpotensi memberi manfaat bagi ekosistem digital dalam negeri.
Dengan memperluas kapabilitas dan jaringan internasional, Telin berupaya menghubungkan Indonesia dengan pusat ekonomi dan teknologi dunia. Langkah ini sejalan dengan upaya TelkomGroup mengembangkan konektivitas terintegrasi sekaligus memperbesar peluang Indonesia berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi digital global.
(*)