Rais Dirja Rahmadi, 17 tahun, siswa kelas XII IPA 2 SMAN 1 Tangen, Sragen, menorehkan prestasi di bidang keamanan siber. Ia mendapat pengakuan dari badan antariksa Amerika Serikat (NASA) usai melaporkan kerentanan pada sistem digitalnya, serta menerima apresiasi dari Lapas Kelas IIA Sragen setelah menemukan celah pada situs lembaga tersebut.
Belajar pemrograman dan keamanan siber secara mandiri sejak remaja, Rais mampu mengidentifikasi sejumlah kerentanan, antara lain broken link hijacking (BLH) yang berkaitan dengan penyalahgunaan tautan tidak aktif, serta cross-site scripting (XSS) yang memungkinkan penyisipan skrip berbahaya pada halaman web.
Temuan kepada NASA ia sampaikan melalui Vulnerability Disclosure Program (VDP), mekanisme resmi penerimaan laporan kerentanan. "Temuan itu saya laporkan melalui VDP resmi NASA dan telah diterima serta divalidasi," ujar Rais kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Di Tanah Air, Rais juga melaporkan kerentanan kepada sejumlah lembaga. Atas temuannya pada situs Lapas Kelas IIA Sragen, ia menerima sertifikat apresiasi dari pihak lapas setempat.
Advertisement
Jejak Pengakuan NASA untuk Rais Dirja Rahmadi
Perjalanan Rais meraih pengakuan dari NASA tidak langsung mulus. Beberapa laporan awal dinyatakan tidak valid karena out of scope, duplikasi, atau sudah lebih dulu ditemukan pihak lain.
Rais terus belajar hingga salah satu laporannya terkait XSS diakui pada 2025. Pada 15 Agustus tahun yang sama, namanya tercantum dalam Hall of Fame NASA.
Pada 2026, ia kembali menemukan kerentanan pada domain NASA yang berbeda. Menurutnya, temuan pada Maret dan Juni tahun ini ikut mendapat pengakuan. Dari rangkaian laporan tersebut, ia memperoleh dua sertifikat dan satu penghargaan Hall of Fame dari NASA.
Selain NASA, Rais berhasil menemukan celah di beberapa situs lembaga di Indonesia, di antaranya RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan Lapas Kelas IIA Sragen. Ia juga menyebut pernah melaporkan kerentanan kepada Universitas Airlangga dan BMKG.
Atas temuan di situs Lapas Sragen, Rais diundang ke lapas pada Selasa (29/9/2026) dan menerima sertifikat apresiasi dari Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Giyono.
Ia menyampaikan, kerentanan di situs Lapas Sragen ditemukan saat menelusuri sejumlah domain .id menggunakan teknik Google Dorking. Adapun laporan yang diajukan kepada DPRD Sragen disebut belum mendapat respons.
Ketertarikan Rais pada teknologi informasi tumbuh sejak SMP. Ia mulai belajar pemrograman sekitar 2021 dan mendalami keamanan siber lebih serius sejak 2022, ketika berusia 13 tahun.
Rais adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Rois Fathurohim dan Sarah. Sang ayah yang bekerja sebagai network engineer turut mengenalkannya pada dunia teknologi.
Meski meraih sejumlah pengakuan, Rais menyebut masih ingin memperdalam ilmu di perguruan tinggi. "Saya belum puas dengan ilmu yang saya dapat saat ini. Saya ingin melanjutkan pendidikan ke Universitas Airlangga (Unair) atau Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)," terang Rais.
Ke depan, ia bercita-cita menjadi profesional keamanan siber dan memanfaatkan kemampuannya untuk membantu lembaga-lembaga mengidentifikasi serta memperbaiki kelemahan sistem digital.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375589/original/046837500_1792162667-IMG_20261016_192527.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375540/original/036698200_1792154265-tragedi-karhutla-bromo-korban-tewas-bertambah-jadi-4-orang-satu-lagi-petugas-tnb-csivteab.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375555/original/067354000_1792157056-1274463.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375556/original/048485500_1792157363-86a7330b-727c-4ef6-9f6a-6d81fc9e3b6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2965309/original/097420700_1573551048-20191112-Larangan-Vape-dan-Rokok-Elektrik-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375611/original/049342200_1792170886-IMG_5132.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375517/original/018684000_1792152586-496183.jpg)