Raksasa teknoloigi Microsoft beberapa waktu lalu mengumumkan akuisisi mereka terhadap ZeniMax Media secara tunai. Nilainya setinggi USD 7,5 miliar atau sekitar Rp 117 triliun.
Akusisi ini disebut menjadi langkah perusahaan memperkuat posisinya di industri gim.
Keputusan Microsoft untuk membeli pengembang gim ternyata tidak berhenti di situ. Menurut CEO Microsoft Satya Nadella dalam wawancara terkini dengan CNET mengatakan apabila masuk akal, tidak tertutup kemungkinan nantinya perusahaan akan kembali membeli studio gim.
"Kami akan selalu mencari tempat dengan kesamaan tujuan, misi, dan budaya," tuturnya seperti dikutip dari Gamespot via Tekno Liputan6.com.
Kendati demikian, dia memang tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai rencana tersebut.
Advertisement
Microsoft Rogoh Kocek Besar Untuk Akuisisi
Sekadar informasi, Zenimax sendiri merupakan studio gim kedua yang dibeli Microsoft, setelah Mojang selaku pengembang Minecraft. Selain itu, ada pula sejumlah gim lain yang juga diakusisi, seperti Double Fine, Ninja Theory, Compulsion, inXile, dan Obsidian.
Data menunjukkan Microsoft telah menghabiskan lebih dari USD 10 juta miliar untuk membeli studio gim dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Pernyataan Satya ini sekaligus menegaskan perkataan Head Xbox Phil Spencer tahun lalu.
Ketika itu, Phil memang sempat menyebut ketertarikannya untuk membeli studio gim asal Jepang.
"Saya rasa akan bagus apabila kami menemukan studio asal Asia, terutama Jepang, untuk bergabung," tuturnya saat itu.
Di sisi lain, langkah perusahaan untuk membeli studio merupakan upaya untuk menghadirkan lebih banyak konten.
"Konten merupakan bahan luar biasa untuk platform kami, di mana kami akan terus berinvestasi," tutur Phil berkomentar usai pembelian ZeniMax Media oleh Microsoft.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinuis Mario Damar