Samsung telah memperkenalkan Galaxy Z Flip ke publik beberapa minggu lalu. Smartphone layar lipat ini hadir dengan teknologi ultra-thin glass (UTG) yang disebut kokoh, tapi lentur.
Usai peluncuran tersebut, Samsung kini diketahui akan mulai melakukan komersialisasi teknologi layar tersebut. Dengan kata lain, seperti dikutip dari Engadget, Minggu (8/3), perusahaan siap menjualnya ke manufaktur lain.
"Dengan teknologi yang kami kembangkan, UTG baru sangat fleksibel, kami kini dapat memenuhi kebutuhan pelanggan," tutur VP Mobile Display Marketing Samsung Display, Dennis Choi.
Advertisement
Perlu diketahui, UTG pertama kali digunakan pada Galaxy Z Flip, tapi perusahaan menyebut teknologi layar ini sebenarnya juga dapat digunakan di perangkat elektronik lipat lain.
Dengan keputusan ini, Samsung dapat dikatakan tidak akan memiliki banyak pesaing, mengingat memang belum banyak perusahaan yang terjun menggarap teknologi layar lipat.
Namun dalam beberapa tahun ke depan, hal itu dapat saja berubah, sebab sudah ada beberapa perusahaan yang mengembangkannya. Salah satu perusahaan itu adalah Corning pembesut layar Gorilla Glass.
Selain itu, perusahaan senegara Samsung, LG, juga diketahui sudah mengembangkan layar yang dapat dilipat, meskipun untuk sekarang masih digunakan untuk perangkat TV.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar