Aturan registrasi kartu prabayar bikin pendapatan Telkomsel turun

Meski demikian, Telkomsel menilai pemberlakuan registrasi kartu prabayar berdasarkan NIK dan nomor KK, akan membuat ekosistem di industri ini jauh lebih baik lagi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Aturan registrasi kartu prabayar bikin pendapatan Telkomsel turun
Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah. ©2018 Merdeka.com

Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan pasca diterapkannya aturan registrasi kartu prabayar, perusahaan yang dipimpinnya itu mengalami penurunan pendapatan. Penurunan pendapatan ini, bukan berarti kerugian.

"Pendapatan memang melambat atau ada penurunan. Tapi ini bukan kerugian," jelas Ririek saat acara media gathering di Lombok, Jumat (11/5).

Lebih lanjut, Ririek menjamin bahwa penurunan pendapatan ini hanya dalam waktu jangka pendek. Selebihnya, pendapatan akan kembali seperti biasa.

"Jangka pendek memang membuat pendapatan melemah, karena kita mengeluarkan cost lebih banyak untuk promo dan sebagainya," ungkap Ririek.

Sementara untuk jangka panjangnya, kata Ririek, pemberlakuan registrasi kartu prabayar berdasarkan NIK dan nomor KK, akan membuat ekosistem di industri ini jauh lebih baik lagi.

"Tapi dalam beberapa bulan ke depan saya berharap ini akan baik untuk semua. Jadi kita suffer dulu di awal. Ini juga terjadi di negara lain," jelas dia.

"Diharapkan juga, penggunaan nomor seluler untuk hal negatif akan berkurang bahkan untuk industri lain juga akan jadi lebih baik lagi," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, registrasi kartu prabayar ini dilakukan berdasarkan atas Peraturan Menteri (PerMen) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) No. 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Kewajiban untuk melakukan registrasi kartu prabayar itu dilakukan mulai akhir Oktober 2017 sampai dengan Februari 2018. Dan batas waktu dilakukan pemblokiran total itu pada akhir April 2018 kemarin.

Rekomendasi